MRT Jakarta Cari Pembeli Hak Nama 4 Stasiun

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 10:51 WIB
MRT Jakarta Cari Pembeli Hak Nama 4 Stasiun Ilustrasi MRT. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT MRT Jakarta tengah mencari investor untuk membeli hak penamaan (naming rights) di 4 stasiun, yaitu Stasiun Bendungan Hilir, Stasiun Senayan, Stasiun Cipete Raya, dan Stasiun Blok A.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sahbandar berharap naming rights berkontribusi 40 persen terhadap pendapatan nontiket (farebox). Adapun, kontributor pendapatan nontiket lainnya berasal dari iklan (40 persen), ritel (10 persen), dan telekomunikasi (10 persen).

Saat ini, perusahaan telah menjual hak penamaan untuk sejumlah stasiun di antaranya Stasiun Dukuh Atas BNI, Stasiun Setiabudi Astra, dan Stasiun Istora Bank Mandiri. Pada Juli, perusahaan akan mengubah penamaan 2 stasiun yang sudah dijual hak namanya, yaitu Stasiun Lebak Bulus Grab dan Stasiun Blok-M BCA.

"Hak penamaan ini merupakan salah satu penghasilan nontiket kami yang terbesar," ujar William dalam acara temu media di Jakarta, Rabu (26/6).


Jika hak penamaan pada 4 stasiun tersebut terealisasi, perusahaan optimistis bisa mencapai target pendapatan tahun ini yang mencapai Rp350 miliar yang terdiri dari pendapatan tiket Rp175 miliar dan pendapatan non tiket Rp175 miliar.

Target pendapatan tersebut sebenarnya meningkat karena tadinya perusahaan memperkirakan pendapatan nontiket hanya bisa berkontribusi sekitar Rp100 miliar.

Ke depan, penerimaan nontiket juga akan berasal dari pengembangan Transit Oriented Development (ToD). Saat ini, perusahaan tengah menyiapkan pengembangan ToD di sejumlah stasiun, di antaranya ToD Lebak Bulus, ToD Haji Nawi, ToD Blok M-ASEAN, dan ToD Fatmawati.

Terkait jumlah penumpang (ridership), ia mengungkapkan jumlahnya terus meningkat dengan rata-rata mencapai 80.406 penumpang per hari hingga 25 Juni 2019.


Bahkan, pada periode ulang tahun Jakarta jumlah penumpangnya sempat menembus 108.601 orang. Hingga akhir tahun, jumlah penumpang ditargetkan menyentuh 100 ribu penumpang per hari.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi menambahkan untuk mencapai target penumpang perusahaan melakukan tiga strategi. Pertama, program retensi bagi penumpang yang sensitif terhadap harga berupa diskon dari mitra yang bekerja sama dengan perusahaan.

Kedua, program akuisisi penumpang non reguler dengan menyasar komunitas tertentu. "Misalnya dengan kerja sama penyelenggara fashion bazaar dan salah satu mall sepanjang koridor MRT fase 1," imbuh dia.

Terakhir, program kampanye komunikasi publik, komunitas dan brand. Salah satu bentuknya adalah program Jelajahi Jakarta.
[Gambas:Video CNN]


(sfr/bir)