MRT Kota Bakal Terintegrasi dengan Commuter dan Transjakarta

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 12:20 WIB
MRT Kota Bakal Terintegrasi dengan Commuter dan Transjakarta Ilustrasi MRT. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT MRT Jakarta menyatakan Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Kota akan terkoneksi dengan Stasiun Kereta Commuter Line dan Halte Bus Transjakarta yang sudah lebih dulu beroperasi di wilayah Kota, Jakarta.

Sebelumnya, Stasiun MRT Kota merupakan salah satu stasiun yang akan dibangun pada proyek pengembangan fase II MRT Jakarta.

"Kami sedang melakukan perencanaan untuk bagaimana nantinya integrasi (Stasiun MRT Kota - Stasiun Kereta Commuter Line Kota - Halte Bus Transjakarta Kota) akan terjadi," ujar Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar dalam acara temu media di Jakarta, Rabu (27/6).


William mengungkapkan Stasiun MRT Kota akan berada di bawah tanah. Dalam paparannya, salah satu pintu masuk Stasiun MRT akan terhubung lorong (tunnel) yang sudah terhubung dengan Halte Bus Transjakarta dan diteruskan hingga kawasan Stasiun Commuter Line Kota.


"Harapannya, yang sekarang didesain itu, di depan stasiun daerah terbuka. Kalau Anda ke Tokyo di depan stasiun itu daerah yang terbuka di mana orang bisa berinteraksi di depan stasiun," ujarnya.

Sebagai informasi, Stasiun MRT Kota merupakan 1 dari 7 stasiun bawah tanah yang akan dibangun pada proyek pengembangan MRT Fase II yang menghubungkan Bundaran HI - Kota. Pembangunan proyek yang menelan investasi sekitar Rp22,5 triliun ini akan berlangsung mulai tahun ini hingga 2024.

Saat ini, pembangunan sudah berjalan untuk Stasiun Monas. Berikutnya, perusahaan masih menggelar lelang untuk paket konstruksi Bundaran HI-Harmoni.

[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)