Pelabuhan Marunda Diklaim Bisa Kontribusi Rp200 M ke Negara

KCN, CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 16:05 WIB
Pelabuhan Marunda Diklaim Bisa Kontribusi Rp200 M ke Negara Ilustrasi Pelabuhan Marunda. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proyek Pelabuhan Marunda disebut di masa depan bisa berkontribusi hingga Rp200 miliar untuk negara, selain berperan memecah kepadatan di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Andai kata pelabuhan ini selesai dari 5.350 meter, plus supporting area 1.100 hektare, kontribusi per tahun ke negara sekitar 200 miliar rupiah per tahun," ujar Widodo Setiadi, Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) yang mengelola Pelabuhan Marunda.

"Tapi dengan catatan, itu bukan hanya ke Kemenhub, tapi dalam arti ke semua. Perpajakan, pemda, dan semuanya yang menjadi stakeholder di pelabuhan ini."


Widodo mengatakan saat ini proyek dermaga (pier) 1 baru beroperasi sepanjang 800 meter dan sudah memberikan kontribusi lebih dari Rp5 miliar per tahun.

Dia menyebut persentase pembayaran konsesi Pelabuhan Marunda merupakan persentase terbesar dari seluruh konsesi pelabuhan yang ada di Indonesia.

"Pembayaran konsesi 5% dari pendapatan bruto pelabuhan ke kas negara atau lebih dari Rp5 miliar per tahun. Ini adalah persentase terbesar dari seluruh konsesi pelabuhan yang ada di Indonesia, yang rata-rata membayarkan konsesi di kisaran 2,5% per tahun sesuai dengan peraturan menteri perhubungan (Permenhub) Nomor PM 15 tahun 2015," ujar Widodo.

Tak hanya itu, berdasarkan data kontribusi pajak yang terdiri dari PPH 21, PPH 23, PPH 25, PPH 29, dan PPN, KCN telah menyetor pajak dengan nilai lebih dari Rp12,3 miliar per tahunnya.

"Kemudian KCN juga berkontribusi dari pembayaran PBB ke Pemprov DKI Jakarta yang berada pada angka Rp 2,4 miliar per tahun," kata Widodo.

KCN sendiri merupakan badan usaha pelabuhan yang mengoperasikan Pelabuhan Marunda. Anak perusahaan antara PT Karya Tekhnik Utama (KTU) dan BUMN pengembangan kawasan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) ini berdiri pada 2005.

KCN dibentuk setelah KTU memenangkan tender kerja sama sebagai mitra bisnis pada 2004 untuk membangun pelabuhan di bibir pantai dari Muara Cakung Drain sampai dengan Sungai Blencong.

KCN kemudian merampungkan pembangunan dermaga I dan langsung mengoperasikannya.

Dengan total 5.350 meter ditambah supporting area seluas 100 hektare, Pelabuhan yang terdiri dari 3 dermaga yakni Pier I , II, dan III yang dapat memungkinkan menampung 80 kapal sekali sandar.


(vws)