Arus Modal Masuk per Juni 2019 Capai Rp154 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 28/06/2019 19:42 WIB
Arus Modal Masuk per Juni 2019 Capai Rp154 Triliun Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal masuk yang masuk pada sistem keuangan nasional hingga akhir Juni 2019 mencapai Rp154 triliun.

"Terdiri dari penerbitan SBN dan saham, dua instrumen yang paling besar membawa inflow (aliran modal) ke perekonomian," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (28/6).

Ia mengatakan arus modal masuk tersebut sebanyak Rp90 triliun berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp60 triliun dari saham.

Ia menjelaskan masuknya arus modal dari penerbitan SBN terjadi karena imbal hasil dari obligasi pemerintah Indonesia yang ditawarkan masih cukup kompetitif dengan negara berkembang lainnya.


Sedangkan, besarnya arus modal dari pembelian saham terjadi karena investor melihat prospek membaiknya perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.

"Mereka tentunya akan mengkaitkan dengan pertumbuhan ekonomi dengan proyeksi yang masih cukup baik di 2019. Jadi itu yang kita lihat masih besarnya inflow dari sisi saham," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kinerja ekonomi saat ini memperlihatkan tanda-tanda yang positif karena mampu tumbuh 5,07 persen hingga kuartal I 2019 dan diimbangi dengan laju inflasi 3,23 persen.

"Kondisi tersebut disertai dengan tingkat indikator sosial, seperti tingkat kemiskinan, pengangguran dan rasio gini yang persisten menurun," terang Darmin.


Selain itu, sambung dia, pelaku usaha menilai iklim investasi di Indonesia makin baik seiring dengan perbaikan peringkat daya saing serta peringkat utang Indonesia.

"Hal ini tercermin dari peningkatan credit rating oleh lembaga-lembaga pemeringkat rating. Indonesia sudah memasuki Investment Grade," tutur Dody.

Kondisi layak investasi itu terjadi berkat peningkatan efisiensi di sektor pemerintahan, serta peningkatan infrastruktur dan kondisi bisnis.

Hal ini terbantu oleh perbaikan iklim usaha melalui sistem OSS dan simplifikasi perizinan lainnya, pendidikan dan pelatihan vokasi, fasilitas insentif perpajakan, serta industri berbasis ekspor.
[Gambas:Video CNN]


(Antara/bir)