KTT UE Harus Hasilkan Nama Baru Pimpinan Bank Sentral Eropa

CNN Indonesia | Senin, 01/07/2019 11:59 WIB
KTT UE Harus Hasilkan Nama Baru Pimpinan Bank Sentral Eropa Ilustrasi Bank Sentral Eropa. (REUTERS/Kai Pfaffenbach).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa harus menghasilkan satu nama baru pimpinan European Central Bank (ECB) dan tiga petinggi Komisi Eropa.

Menurut Macron, para dewan pemimpin Uni Eropa bertanggung jawab untuk mencalonkan empat posisi kunci, termasuk Presiden ECB dan presiden Komisi Eropa. Dalam pernyataannya, Macron menyiratkan perlu ada kesetaraan gender dalam menentukan para petinggi Uni Eropa.

"harus ada dua pria dan dua wanita," ujar Macron ketika tiba di KTT para pemimpin Uni Eropa, seperti dikutip dari Reuters, Senin (1/7)


Secara rinci Macron menyebutkan tiga posisi teratas Uni Eropa harus diputuskan pada pertemuan para pemimpin Uni Eropa. Selanjutnya, penentuan terkait pimpinan bank sentral Eropa yang baru diambil pada hari selanjutnya.


"Penting bagi saya bahwa kami keluar dari dewan ini dengan jawaban dan tim baru. Ini adalah tim baru yang akan kami putuskan, untuk tiga nama hari ini, dan pimpinan ECB beberapa saat kemudian," papar Macron.

Seperti diketahui, para pimpinan Uni Eropa akan menentukan posisi teratas, yakni presiden dewan Eropa, presiden komisi Eropa, presiden parlemen Eropa, dan presiden bank sentral Eropa. Dalam pertemuan sebelumnya, para pemimpin gagal mencapai kesepakatan untuk menentukan posisi tersebut.

Presiden ECB Mario Draghi akan mengakhiri masa jabatannya tahun ini. Kebijakan pimpinan bank sentral Eropa yang baru dianggap akan menyebabkan aktivitas perdagangan di Uni Eropa menjadi liar.

Dalam beberapa sumber pemberitaan, terdapat lima kandidat untuk meneruskan posisi Draghi dalam masa jabatan delapan tahun. Masing-masing kandidat memiliki pendekatan moneter yang berbeda.


Kandidat yang memiliki kebijakan hawkish dapat mendorong euro lebih tinggi dengan menahan diri dari pemangkasan suku bunga atau bahkan mengambil kebijakan untuk menaikkan suku bunga.

Sementara itu, pemilik kebijakan dovish mungkin membebani mata uang lain dengan pengurangan nilai tukar yang dalam dan dengan skema pembelian obligasi baru.

Utang Italia

Pada kesempatan berbeda, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan dia tidak akan membahas perkembangan tindakan Uni Eropa atas utang Italia dengan para pemimpin Uni Eropa dalam KTT yang berlangsung hari ini.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai informasi, Komisi Eropa akan menentukan keputusan terkait utang Italia pada Selasa (2/7) mendatang.

Conte mengaku tak akan membahas persoalan utang Italia dan optimistis bahwa keputusan komisi merupakan hal terbaik. "Kami tidak akan membahas hal ini hari ini," kata Conte. (Reuters/lav)