Buwas Batal Mundur dari Bulog

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 14:59 WIB
Buwas Batal Mundur dari Bulog Direktur Utama Bulog sebelumnya mengancam mengundurkan diri jika penyaluran beras Bantuan Pangan Non Tunai dialihkan menjadi di bawah Kementerian Sosial. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso mengaku tidak jadi mengundurkan diri dari jabatannya, seperti yang sempat diutarakannya ke publik pada awal pekan ini. Hal ini lantaran perselisihan paham dengan Kementerian Sosial (Kemensos) sudah menemui jalan keluar.

Buwas, begitu ia akrab disapa, sebelumnya menyatakan siap mundur dari jabatan bila Kemensos mengambil alih 100 persen penyaluran beras untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pengambilalihan tersebut menurut dia, membuat perusahaan milik negara itu akan kehilangan 'pasar' bagi pasokan beras yang dimilikinya.

Namun, Menteri Sosial Agus Gumiwang akhirnya memberi kesempatan bagi Bulog untuk mengisi kebutuhan beras bagi program bantuan sosial (bansos) di bawah kementeriannya. Agus tak hanya memberikan jatah porsi penyaluran sampai 100 persen, tetapi mendapuk Bulog sebagai manager supplier alias pengelola pasokan beras untuk BPNT.


Walhasil, keputusan Agus membuat Buwas tidak jadi meninggalkan jabatan bos Bulog. Sebab, ia menilai segala perselisihan itu sudah selesai dan menemukan jalan keluar.

"Loh kan sudah selesai ini, jadi tidak (jadi). Maksud saya kan begini, sekarang sudah diserahkan ke Bulog, berarti peran Bulog jelas kan," ungkap Buwas di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (4/7).


Lebih lanjut, ia pun berharap koordinasi antara Bulog dan Kemensos akan lebih baik lagi ke depan. Ia juga mengaku siap mengemban tugas baru yang diberikan oleh pemerintah melalui Kemensos.

Buwas juga mengklaim perusahaannya memiliki pasokan beras yang banyak dan berkualitas baik, sehingga bisa memenuhi kebutuhan beras program BPNT. Bahkan, ia mengaku juga siap berkoordinasi dengan pihak swasta untuk bersama-sama memenuhi kebutuhan beras BPNT.

Pasalnya, sebagai manager supplier, bila Bulog tidak bisa memenuhi kebutuhan beras BPNT sendirian, maka Bulog harus merangkul pihak swasta untuk menutup kebutuhan tersebut.

"Tentu melibatkan swasta tidak masalah, yang penting ada yang bertanggung jawab dalam hal ini. Kami jadi bisa kontrol dan jamin kualitas," ucapnya.


Kendati begitu, pria yang akrab disapa Buwas itu belum bisa memberi estimasi sekiranya berapa persen porsi penyaluran beras dari pihak swasta. Ia mengatakan hal ini akan disesuaikan lebih dulu dengan pasokan yang ada di Bulog.

Namun, ia memberi sinyal ingin tetap memberi kesempatan bagi pihak swasta untuk ambil bagian di program ini. "Tetaplah, swasta akan kami ajak, tidak bisa mutlak 100 persen. Nanti kami lihat di lapangan," tandasnya.

Perbesar Porsi Bulog

Sementara itu, Agus Gumilang menjelaskan dengan status manager supplier ini, Bulog diberi wewenang untuk mengatur sendiri porsi penyaluran beras untuk program BPNT. Porsi itu nantinya akan diatur berdasarkan kecukupan pasokan yang dimiliki perusahaan negara itu.

Bila Bulog sanggup memenuhi seluruh kebutuhan beras BPNT, maka Bulog boleh mengisi 100 persen porsi penyaluran beras. Namun, bila tidak, Bulog harus mampu mengisi kekurangannya dengan menggalang kerja sama dengan pihak swasta dan perusahaan lokal.
[Gambas:Video CNN]
"Manager supplier yang akan atur. Kami percaya Bulog sekarang mampu menyediakan beras yang berkualitas baik, maka 100 persen pun kami tidak ada masalah," terang Agus.

Setelah tata kelola diurus oleh Bulog, beras untuk program BPNT akan disalurkan ke e-waroeng yang bekerja sama dengan pemerintah dalam program ini. Namun, kedua pihak masih perlu membuat kesepakatan secara administrasi dan teknis dalam kerja sama ini.

Ia memastikan proses itu tidak akan memakan waktu lama. Sebab, pada intinya, kedua pihak sudah sepakat berkoordinasi lebih baik untuk mengamankan program BPNT.

"Kalau ini sudah selesai, ya bahkan tidak perlu tunggu sebulan, sudah bisa," katanya.


Selain menjadi manager supplier untuk penyaluran beras pada program BPNT, Agus rupanya juga tidak menutup kemungkinan bagi Bulog untuk turut menjadi penyalur bahan pokok lain yang ada dalam program bantuan sosial (bansos) tersebut, misalnya telur ayam.

"Silakan, bagus. Yang penting untuk saya yang penting kualitas telurnya baik," ungkapnya.

Adapun berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, Bulog akan menyalurkan 1,5 juta ton beras untuk program BPNT sepanjang 2019. Menurut Agus, setengahnya sudah disalurkan pada periode Januari-Juni 2019. Maka, sisanya sekitar 750 ribu ton akan disalurkan pada Juli-Desember 2019. (uli/agi)