Jokowi Ingin Payung Hukum KEK Tanjung Pulisan Cepat Rampung

CNN Indonesia | Jumat, 05/07/2019 11:27 WIB
Jokowi Ingin Payung Hukum KEK Tanjung Pulisan Cepat Rampung (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar penyusunan payung hukum Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, segera rampung. Perintah ia berikan agar investasi yang dibutuhkan untuk membangun kawasan tersebut bisa segera masuk.

"Ini mau kami selesaikan biar investasi itu langsung datang. Kalau enggak rampung-rampung. Payung hukumnya enggak selesai-selesai, ya enggak akan mulai-mulai (pembangunan)" kata Jokowi dalam keterangan resmi, Kamis (4/7).

Jokowi mengatakan perlu kesinambungan dan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta dalam memajukan pariwisata dan perekonomian di daerah. Ia menyebut banyak wisatawan yang ingin datang berlibur ke Indonesia.


"Turisnya yang mau ke sini itu banyak dan akan (semakin) banyak kalau kita siap. Oleh sebab itu, perlu kerja yang terintegrasi antara pemerintah daerah baik kota, provinsi, kabupaten, dan pusat. Harus sambung semua," ujarnya


Menurutnya, pemerintah pusat sudah memberikan dukungan dan investasi berupa pembangunan infrastruktur di Sulut. Beberapa di antaranya ialah perluasan terminal bandara Sam Ratulangi di Manado, pelebaran jalan menuju lokasi wisata, dan pembangunan jalan tol .

Jokowi menyatakan seiring kedatangan wisatawan yang meningkat ke Sulut dan KEK Tanjung Pulisan nantinya, diperlukan ketersediaan sarana akomodasi yang mampu menampung arus wisatawan

"Di Sulawesi Utara butuh tambahan hotel banyak sekali. Yang menyampaikan itu maskapai dan biro perjalanan. Banyak sekali yang ingin datang ke sini," tuturnya.

Guna melancarkan pembangunan tersebut, kata Jokowi, diperlukan partisipasi dari masyarakat. Menurutnya, masyarakat memainkan peranan penting dalam penciptaan budaya dan kebiasaan yang ramah terhadap wisatawan.

[Gambas:Video CNN]

"Hal yang berkaitan dengan budaya. Budaya bersih, budaya senyum, budaya melayani, dan tentu saja yang berkaitan dengan misalnya hal-hal yang kecil seperti urusan restoran dan kebersihan toiletnya. Ini tidak mudah. Ini pekerjaan besar," katanya.

Mantan wali kota Solo itu juga meminta kepada pemerintah daerah agar bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, untuk merencanakan atraksi wisata yang rutin. Dengan demikian, Sulut memiliki agenda wisata yang terjadwal dan layak untuk dikunjungi wisatawan mancanegara.

"Minimal setiap minggu itu harus ada. Sabtu-Minggu ada tontonan. Di sini kan banyak tontonan budaya entah di Manado atau KEK-nya," ujarnya.

(fra/lav)