Trump Siapkan Aturan Khusus untuk Turunkan Harga Obat

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 06/07/2019 19:26 WIB
Presiden AS Donald Trump siapkan aturan untuk menurunkan harga obat hingga menjadi salah satu yang termurah di dunia. Presiden AS Donald Trumo (Foto: Jacquelyn Martin/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah menyiapkan peraturan khusus untuk mengurangi harga obat-obatan di Negeri Paman Sam. Nantinya, aturan ini harus dipatuhi oleh para perusahaan farmasi di negara tersebut.

"Kami sedang mengerjakan undang-undang negara yang disukai, di mana nanti kami hanya akan membayar harga [obat-obatan] terendah," ungkap Trump, dikutip dari AFP, Sabtu (6/7).

Orang nomor satu di AS itu ingin agar aturan ini bisa membuat harga obat-obatan di negaranya menjadi salah satu yang terendah di dunia. Trump merasa harga obat-obatan di AS jauh lebih mahal ketimbang beberapa negara lain seperti Kanada, Meksiko, hingga negara-negara di kawasan Eropa.



Trump bahkan menduga perusahaan farmasi di AS sengaja memberikan harga obat yang jauh lebih mahal bagi masyarakat AS ketimbang negara-negara lain. Hal tersebut, menurutnya, dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar.

"Selama bertahun-tahun, negara-negara lain membayar lebih sedikit untuk obat-obatan daripada kami, kadang-kadang hanya sebesar 60-70 persen [dari harga obat di AS]," ujarnya.

Menurut catatannya, setidaknya setengah dari populasi masyarakat AS memiliki tagihan obat dan asuransi kesehatan yang tinggi. Bahkan, masing-masing individu bisa menghabiskan asuransi tahunan mereka secara penuh.

Diprediksi, asuransi tahunan bisa berkisar ribuan dolar AS per tahun. Beberapa di antaranya mencapai US$5 ribu hingga US$6 ribu per tahun.


Bersamaan dengan persiapan peraturan khusus tersebut, Trump mengatakan, pemerintah AS juga akan memanggil sejumlah perusahaan farmasi di negara tersebut. Pemanggilan dilakukan guna mengetahui harga obat-obatan yang selama ini dijual.

Di sisi lain, Pfizer, salah satu perusahaan farmasi AS, tetap menaikkan harga obat. Setidaknya sebanyak 41 jenis obat mengalami kenaikan harga.

Pfizer beralasan, kenaikan harga obat sengaja dilakukan demi membayar biaya penelitian dan pengembangan riset. Selain itu, dana juga dibutuhkan untuk menutup penurunan pendapatan dari kehilangan paten untuk beberapa obat mereka.

[Gambas:Video CNN] (uli/asr)