Data Ketenagakerjaan AS Bikin Dolar Menguat Jadi Rp14.118

CNN Indonesia | Senin, 08/07/2019 08:40 WIB
Data Ketenagakerjaan AS Bikin Dolar Menguat Jadi Rp14.118 Ilustrasi uang rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.118 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Senin (8/7) pagi. Angka itu melemah 0,25 persen dibandingkan perdagangan rupiah pada penutupan Jumat (5/7) yakni Rp14.082 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong melemah 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,07 persen, dolar Singapura melemah 0,08 persen.

Kemudian, ringgit Malaysia melemah 0,21 persen, peso Filipina melemah 0,22 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,53 persen. Namun di sisi lain, hanya baht Thailand saja yang menguat terhadap dolar AS dengan nilai 0,02 persen.


Sementara itu, pergerakan mata uang negara maju juga bervariasi terhadap dolar AS. Euro tercatat melemah 0,02 persen, dolar Australia menguat 0,04 persen, namun poundsterling Inggris terlihat tidak bergerak terhadap dolar AS.


Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat (5/7) kemarin menjadi katalis rupiah di awal pekan. Tercatat, tenaga kerja AS bertambah 224 ribu pada Juni atau melonjak drastis ketimbang posisi Mei yang hanya 72 ribu orang pada Mei.

Hal ini tentu membuat ekspektasi pelaku pasar tertuju pada kemungkinan bank sentral AS The Fed untuk tidak mengubah kebijakan suku bunga acuannya, Fed Rate.

"Kemudian pada Selasa, pasar akan memperhatikan pidato Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell dan pejabat bank sental lain, seperti James Bullard dan Ramdan Quarles untuk mengonfirmasi arah kebijakan Fed ke depan," jelas Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/7).


Sementara itu, analis Asia Tradepoibt Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan bukan tidak mungkin rupiah menguat pada hari ini. Sebab, bukan tidak mungkin eskalasi perang dagang AS dengan China, India, atau Uni Eropa membuat selera investor beralih ke mata uang lainnya.

Terlebih, kebijakan ekonomi di era Trump terbilang tidak sinkron. Akhir pekan lalu saja, Trump kembali menekan The Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya.

"Bukan tidak mungkin rupiah masih menguat, tapi hari ini rupiah masih akan bergerak di level konsolidasi, yakni Rp14.100 hingga Rp14.140 per dolar AS," tutur dia.

[Gambas:Video CNN] (glh/lav)