Dorong Investasi, Jokowi Ingin 'Tutup Mata' Beri Izin

CNN Indonesia | Senin, 08/07/2019 18:41 WIB
Dorong Investasi, Jokowi Ingin 'Tutup Mata' Beri Izin Presiden Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya agar izin investasi yang berkaitan dengan barang ekspor dan substitusi impor dipermudah. Ia bahkan memerintahkan agar izin investasi tersebut diberikan secepat-cepatnya dengan 'tutup mata'.

Perintah ia berikan saat pembukaan Sidang Kabinet Paripurna tentang Arahan Presiden dan Pemaparan Menteri PPN/ Kepala Bappenas di Istana Bogor, Senin  (8/7). "Investasi yang berkaitan dengan ekspor, berkaitan dengan barang-barang substitusi impor tutup mata berikan izin secepat-secepatnya, tapi kejadian di lapangan tidak seperti itu," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan contoh izin yang masih lama tersebut bisa dilihat dalam pemberian izin penggunaan lahan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Menurutnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla akan bercerita mengenai izin investasi di bidang petrochemical yang sudah berhenti setahun lebih karena proses pengurusan di kementerian tersebut memakan waktu lama.


"Ini Pak Wapres biar bercerita mengenai petrochemical yang kita perlukan tapi sudah berhenti setahun lebih gara-gara yang berkaitan dengan lahan. Urusan kecil tapi ya ini menghambat," tuturnya.


Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga bercerita soal kunjungan kerja dirinya ke Manado, Sulawesi Utara, akhir pekan lalu. Jokowi menyebut di wilayah tersebut kekurangan hotel untuk sektor pariwisata.

"Kami kurang hotel, hotel sudah berbondong-berbondong mau bikin, urusan yang berkaitan dengan tata ruang sebetulnya dari Menteri BPN bisa menyelesaikan dengan kesepakatan-kesepakatan yang memang harus itu dilakukan," tuturnya.

Jokowi mengatakan perlu kerja sama lintas kementerian untuk meningkatkan investasi dan menyelesaikan permasalahan yang ada.

"Semua hal seperti ini kalau kita hanya terbelit dengan rutinitas, tapi kalau kita tidak berani melihat problem, melihat tantangan-tantangan riil yang kita hadapi, ya kita akan sampai kapan pun kita tidak akan bisa mengatasi tantangan yang ada," kata kepala negara.

[Gambas:Video CNN] (fra/agt)