"Tidak ada diskusi mendalam soal itu. Saat itu, Presiden (Jokowi) mengatakan kepada Presiden Xi Jinping bahwa mereka bisa bangun di Indonesia, dengan special fund," ujarnya, Rabu (3/7).
Karena masih pembicaraan awal itu lah, Sri Mulyani mengaku belum bisa menjelaskan mekanisme pendanaan tersebut. Selain itu, ia juga tak tahu tanggung jawab pendanaan dalam bentuk antar pemerintah (government to government) atau antar swasta (private to private).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya terkait tanggung jawab pendanaan, Sri Mulyani juga menegaskan akan mengkaji penggunaan dana khusus yang dimaksud.
Sebelumnya, Deputi III Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin mengatakan sembilan dari 30 proyek infrastruktur yang ditawarkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 2nd The Belt and Road Initiative dilirik oleh China.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, pemerintah China juga sepakat melakukan enam studi bersama di luar Pulau Jawa mengenai berbagai proyek infrastruktur, misalnya Taman Bunga di Danau Toba, Kawasan Industri Tanah Kuning, dan wisata Lembeh.
Total nilai dari sembilan proyek dan enam studi bersama itu sebesar US$20 miliar atau setara dengan Rp280 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat). Sementara, total nilai dari 30 proyek yang ditawarkan mencapai US$91,1 miliar atau Rp1.275,4 triliun. (glh/bir)