Sikap Dovish The Fed Bikin Rupiah Lesu Rp14.108 per Dolar AS

CNN Indonesia | Senin, 08/07/2019 16:38 WIB
Sikap Dovish The Fed Bikin Rupiah Lesu Rp14.108 per Dolar AS Ilustrasi rupiah dan dolar AS. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.108 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (8/7) pagi. Dengan demikian, rupiah melemah 0,18 persen dibanding penutupan Jumat (5/7), yakni Rp14.082 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.147 per dolar AS atau menguat tipis dibanding Jumat, yakni Rp14.148 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp14.099 hingga Rp14.155 per dolar AS.

Pada hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Adapun mata uang yang melemah, seperti dolar SIngapura sebesar 0,01 persen, yen Jepang sebesar 0,09 persen, baht Thailand sebesar 0,1 persen, dan yuan China sebesar 0,21 persen.

Namun, terdapat pula mata uang yang menguat, seperti dolar Hong Kong sebesar 0,04 persen, ringgit Malaysia sebesar 0,11 persen, peso Filipina sebesar 0,23 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,98 persen.


Sementara itu, mata uang negara maju terlihat menguat terhadap dolar AS. Euro menguat 0,08 persen, poundtserling Inggris menguat 0,09 persen, dan dolar Australia menguat 0,19 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelaku pasar berekspektasi bahwa ekonomi AS masih kuat setelah melihat data ketenagakerjaan yang dirilis akhir pekan lalu.

Departemen Ketenagakerjaan AS mencatat, penciptaan tenaga kerja baru pada Juni tercatat 242 ribu orang pada Juni atau melonjak drastis ketimbang posisi Mei yang hanya 72 ribu.
[Gambas:Video CNN]
"Dengan stance The Fed yang terkonfirmasi dovish, pelaku pasar kian yakin bahwa tingkat suku bunga acuan tidak akan dinaikkan pada tahun ini," jelas Ibrahim, Senin (8/7).

Kemudian, dari dalam negeri, pelaku pasar juga disebut bereaksi dengan pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II akan melandai dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan lalu diperkirakan sama dengan kuartal I lalu, yakni 5,07 persen hingga 5,1 persen.

"Dalam transaksi hari ini rupiah ditutup melemah, namun dalam transaksi esok hari transaksi bisa saja melemah karena Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II yang diperkirakan melambat," tandasnya.


(glh/bir)