Pemerintah Tarik Utang Rp33,15 Triliun di Sepanjang Juli

CNN Indonesia | Rabu, 10/07/2019 14:12 WIB
Pemerintah Tarik Utang Rp33,15 Triliun di Sepanjang Juli Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan telah menarik pembiayaan sebesar Rp33,15 triliun sepanjang Juli. Raihan dana tersebut didapatkan melalui lelang Surat Utang Negara (SUN), satu lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dan penawaran SBSN kepada sekelompok kecil, atau disebut private placement.

Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu pemerintah melaksanakan satu lelang SUN pada 2 Juli 2019 lalu dengan total raihan dana sebesar Rp22,15 triliun. Di dalam lelang tersebut, pemerintah melelang lima seri SUN yakni FR077, FR078, FR080, FR079, dan FR076 serta dua seri Surat Perbendaharaan Negara 9SPN) yakni SPN03191003 dan SPN12200703.

Kemudian, di tanggal yang sama, pemerintah juga melakukan private placement SBSN dengan seri PBS-025 yang dapat diperdagangkan (tredable). Dari kegiatan tersebut, pemerintah meraup tambahan pembiayaan Rp3 triliun dengan nilai kupon 8,375 persen per tahun.


Terakhir, obligasi negara juga baru dilelang pada Selasa (9/7) lalu, di mana pemerintah melelang lima seri SBSN yakni PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, dan PBS015 serta satu Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) seri SPNS10012020. Dari total penawaran yang masuk sebesar Rp36,44 triliun, pemerintah hanya memenangkan Rp8 triliun saja.


Sementara itu, pemerintah juga akan menawarkan obligasi ritel melalui produk Savings Bond Ritel (SBR) seri 007 yang akan ditawarkan Kamis (11/7) hingga Kamis (25/7) mendatang. SBR tersebut rencananya akan memiliki kupon 7,5 persen per tahun.

Ini merupakan obligasi ritel keenam yang ditawarkan pemerintah tahun ini setelah sebelumnya mereka menerbitkan SBR 005, Sukuk Tabungan (ST) 003, Sukuk Tabungan (ST) 004, Sukuk Ritel (SR) 011, dan SBR 006. Dari semua penerbitan tersebut, pemerintah meraup Rp33,13 triliun.

Dii tahun ini, pemerintah menargetkan penerbitan SBN bruto sebesar Rp825,7 triliun sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 untuk menutup defisit APBN yang ditarget 1,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah penerbitan ini menurun 3,59 persen dibanding posisi tahun kemarin.

Rencananya, penerbitan SUN akan mencapai 70 persen hingga 75 persen dari penerbitan SBN tahun ini, sementara sisa 25 persen hingga 30 persen akan diterbitkan dalam bentuk SBSN. Pemerintah sendiri merencanakan 24 kali lelang SBN sepanjang 2019.

[Gambas:Video CNN] (glh/agt)