Kemenkeu Yakin SBN Ritel Dongkrak Kepemilikan Investor Lokal

CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 19:38 WIB
Kemenkeu Yakin SBN Ritel Dongkrak Kepemilikan Investor Lokal Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah percaya diri peningkatan frekuensi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel tahun ini dapat meningkatkan porsi kepemilikan investor domestik di portofolio SBN secara keseluruhan. Maklum, instrumen itu tak bisa dibeli oleh investor asing, baik individu maupun institusi.

Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting mengatakan penerbitan SBN ritel hanya dikhususkan bagi investor domestik. Pemerintah menargetkan untuk menerbitkan 10 seri SBN dalam berbagai bentuk.

Hingga pertengahan Juli 2019, pemerintah sudah merilis enam SBN ritel. Sejumlah surat utang itu diterbitkan berbentuk Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), Sukuk Ritel (SR), dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI).


Yang terbaru, pemerintah menerbitkan SBN ritel berbentuk SBR007 dengan target indikatif Rp2 triliun. Sebelumnya, pemerintah juga sudah merilis SBR006 pada awal tahun ini.


"Harapan kami posisi domestik lebih banyak dari asing. Dari pemerintah sendiri sudah memberikan ruang yang cukup oke, tinggal daya serapnya saja bagaimana. Tapi dengan frekuensi penerbitan yang lebih sering meskipun perlahan, itu bisa meningkatkan porsi domestik," ungkap Loto, Kamis (11/7).

Sejauh ini, Loto menyebut kepemilikan investor ritel dalam negeri tak sampai 10 persen. Sementara, porsi asing mencapai 40 persen dari total SBN yang diterbitkan.

"Ada satu negara investor ritel bisa sampai 9 persen atau 10 persen. Jadi sebenarnya kami memberikan ruang konsisten 9 persen sampai 10 persen itu bisa saja dalam jangka panjang ke arah situ," kata Loto.

Untuk tahun depan, Loto belum bisa memastikan apakah penerbitan SBN ritel akan ditambah dari target tahun ini. Hal itu bergantung dari evaluasi yang akan dilakukan pemerintah akhir tahun ini.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Loto, pemerintah bisa saja menerbitkan SBN ritel lebih banyak pada 2020 mendatang pada waktu yang berbarengan antara satu seri dengan seri lainnya. Berbeda dengan tahun ini, di mana proses penerbitan dilakukan secara bertahap.

"Caranya macam-macam apakah tiap bulan bersamaan penerbitannya atau tetap sendiri-sendiri. Itu bisa saja. Kami bisa evaluasi," pungkas Loto.

Sebagai catatan, pemerintah akan kembali menerbitkan empat SBN ritel berbentuk sukuk tabungan pada Agustus dan November 2019, SBR pada September 2019, dan ORI pada Oktober 2019.

(aud/agt)