Tingkatkan Ekspor, Pemerintah Kejar 'Pembeli' dari China

CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 20:34 WIB
Tingkatkan Ekspor, Pemerintah Kejar 'Pembeli' dari China Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan mengatakan Indonesia akan berpartisipasi di dalam Pameran China-ASEAN Expo (CAExpo) 2019 pada 20 hingga 23 September mendatang. Pada pameran tersebut, Indonesia terpilih menjadi country of honor, atau negara yang mendapat fasilitas lebih di pameran tersebut.

Direktur Pengembangan Ekspor dan Informasi Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Marolop Nainggolan mengatakan pameran ini akan menjadi kesempatan penting bagi ekspor Indonesia agar bisa menembus pasar China. Apalagi, neraca perdagangan Indonesia dan China selama ini mengecewakan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca perdagangan Indonesia dan China mencatat defisit US$8,48 miliar antara Januari hingga Mei 2019. Angka ini membengkak dibanding periode yang sama tahun lalu yakni US$8,11 miliar.


"Defisit perdagangan ini sangat jauh dan perlu kami kejar. Bagaimana caranya kami bisa mengejar perdagangan dengan China, itu yang penting. Apalagi, China adalah pasar yang besar dengan penduduk mencapai 1,4 miliar," jelas Marolop. Kamis (11/7).


Maka dari itu, gelaran CAExpo di tahun ini sangat penting meski Indonesia sudah mengikuti pameran ini selama bertahun-tahun. Apalagi, Indonesia juga ingin mengambil ceruk pasar China setelah Negari Tirai Bambu itu bertikai dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Rencananya di dalam pameran tersebut, Indonesia akan memiliki paviliun terbesar yakni seluas 2.900 meter persegi, di mana 100 pelaku usaha sudah memesan lahan di lokasi pameran. Rencananya, Kemendag membutuhkan sekitar 200 pengusaha lagi untuk ikut serta di dalam pameran tersebut.

Namun, ia berharap pelaku usaha tersebut bisa membangun kontrak penjualan jangka panjang agar ekspor ke China bisa berkelanjutan. Sebab, langkah ini bisa meningkatkan ekspor ke China dalam jangka panjang.

Ia sendiri tak mau peserta pameran dari Indonesia hanya menjual barang-barang ritel yang tidak menciptakan langganan tetap. Demi mengakomodasi mimpi tersebut, Kemendag juga berencana untuk menyewa pesawat yang membawa seluruh keperluan pelaku usaha ke pameran yang berlokasi di Kota Nanning.

[Gambas:Video CNN]

"Jangan sampai pelaku usaha hanya datang ke pameran lalu jual-jual sample semata," terang dia.

Wakil Sekretaris Jenderal Sekretariat CAExpo Yang Yanyan mengatakan Indonesia tentu bisa menggaet kesempatan tersebut lantaran Indonesia terpilih menjadi country of honor di tahun ini. Adapun, country of honor adalah negara khusus yang menjadi sorotan pameran setiap tahun dan diurutkan sesuai abjad. Tahun ini, Indonesia berkesempatan mendapat gelar tersebut setelah 2010 silam.

Dengan menjadi country of honor, Indonesia berkesempatan lebih untuk mengadakan foium khusus dengan pemangku kebijakan China demi meningkatkan kerja sama dagang. Kemudian, komoditas Indonesia juga akan dipajang secara khusus selama pameran yang berlangsung empat hari tersebut.

"Posisi country of honor ini juga bertepatan dengan 69 tahun hubungan diplomatik antara China dan Indonesia, sehingga ini waktu yang tepat untuk memperkuat kerja sama," terang dia.
Kemendag mencatat, nilai transaksidariCAExpo 2018 mencapai US$6,2 juta atau setara Rp93,14 miliar. Nilai transaksi ini bertumbuh 120 persen ketimbang tahun sebelumnya yakni US$5,16 miliar.
(glh/agt)