PUPR Siapkan Antisipasi Kekeringan di 12 Provinsi

CNN Indonesia | Sabtu, 13/07/2019 00:00 WIB
PUPR Siapkan Antisipasi Kekeringan di 12 Provinsi Ilustrasi musim kemarau. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaku menyiapkan antisipasi kekeringan di 12 provinsi. Pemerintah meramalkan musim puncak kemarau terjadi pada Agustus 2019.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air PUPR Hari Suprayogi mengatakan sebanyak 12 provinsi yang telah disiapkan, yakni Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua Barat, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Jawa Timur.

"Upaya antisipasi kekeringan dengan pengelolaan air dan pemberdayaan petani, meminimalkan kebocoran air di sepanjang jaringan irigasi, efisiensi penggunaan air," ujarnya, Jumat (12/7).

Selain itu, PUPR juga akan melakukan pembangunan sumur bor 2 titik di tiap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) atau Balai Wilayah Sungai (BWS) dengan kedalaman 100 meter-150 meter.


Hal lainnya, yakni mengembangkan jaringan irigasi air tanah di wilayah cadangan air tanah, percepatan penyelesaian 120 embung, revitalisasi 16 danau, pemeliharaan ratusan bendungan, dan pemantauan waduk.

"Di Indonesia kan ada 16 waduk utama, enam waduk kondisinya normal dan 10 kondisinya," tutur Hari.

Ia menyebut 16 waduk itu tediri dari waduk Jatiluhur, Cirata, Saguling, Kedunggombo, Batutegi, Wonogiri, Wadaslintang, Sutami, Bili-Bili, Wonorejo, Cacaban, Kalola, Selorejo, dan Ponre-Ponre. Total ketersediaan air di 16 waduk tersebut berjumlah 3,85 miliar meter kubik.


"Areal yang bisa dilayani 403.413 hektare (ha)," imbuh Hari.

Selain waduk utama, pemerintah juga memantau 215 waduk lainnya. Hari menyebut volume ketersediaan air sebanyak 1,57 miliar meter kubik dengan area yang bisa dilayani 403.413 ha.

Hari menambahkan pemerintah memprediksi Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, dan Sumatra akan mengalami masa kekeringan lebih parah dibandingkan pada 2018 lalu. Curah hujan diramalkan semakin berkurang pada Agustus dan kekeringan akan tersebar luas pada September.


(aud/bir)