Subsidi BBM Diperkirakan Lampaui Pagu APBN

CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 20:40 WIB
Subsidi BBM Diperkirakan Lampaui Pagu APBN Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan penyaluran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga akhir tahun mencapai 15,87 juta kiloliter (kl) atau 5 persen di atas pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dipatok 15,11 juta kl.

Secara nilai, penyaluran subsidi sepanjang tahun ini diperkirakan menyentuh Rp33,83 triliun. Proyeksi itu 0,8 persen lebih besar dari alokasinya yang sebesar Rp33,55 triliun. Namun, jika dibandingkan realisasi tahun lalu yang tercatat Rp38,87 triliun, prognosa tersebut turun 13 persen.

Melesetnya alokasi subsidi BBM disebabkan oleh meningkatnya volume penyaluran minyak Solar. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi Solar sebesar Rp2.000 per liter.

Diperkirakan, hingga akhir tahun penyaluran minyak Solar mencapai 15,31 juta kl atau 5,6 persen di atas pagunya. Secara nominal, penyaluran subsidi minyak Solar tahun ini diperkirakan mencapai Rp30,62 triliun atau 5,6 persen melampaui alokasinya.


Adapun hingga akhir Juni, subsidi Solar telah dialokasikan untuk 7,57 juta kl atau 52,2 persen dari alokasinya.

"(Penyaluran) Subsidi Solar (tahun ini) kalau kelebihan tidak akan banyak. Tidak akan lebih dari 1 juta kl," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Senin (15/7).

Jonan mengungkapkan prognosa besaran penyaluran subsidi Solar bisa berubah. Hal itu bergantung dari dinamika harga minyak mentah dunia yang mempengaruhi harga minyak mentah Indonesia (ICP). Pergerakan harga minyak dunia sendiri cukup dinamis.

Tahun depan, besaran alokasi subsidi Solar belum ditetapkan. Sesuai kesepakatan, Kementerian ESDM dan Komisi VII mengusulkan alokasi subsidi Solar tahun depan sebesar Rp1.500 per liter.
[Gambas:Video CNN]
Namun, pembahasan melalui panitia kerja anggaran yang terdiri dari pemerintah dan Badan Anggaran DPR, subsidi Solar tahun depan diusulkan maksimal Rp1.000 per liter.

Sementara itu, realisasi penyaluran subsidi minyak tanah (kerosene) hingga akhir tahun diperkirakan hanya senilai Rp3,21 triliun untuk 0,56 juta kl. Proyeksi tersebut di bawah target APBN yang mengalokasikan subsidi minyak tanah senilai Rp4,55 triliun untuk 0,61 juta kl.

Per akhir Juni, subsidi minyak tanah telah disalurkan untuk 0,27 juta kl atau 44,26 persen dari pagunya. "Untuk kerosene, subsidi tidak ada masalah. Alokasinya Rp4,55 triliun kemungkinan -nya terpakai 70 hingga 80 persen," tandasnya.


(sfr/bir)