Ia mengatakan angka pertumbuhan tersebut masih di bawah level pertumbuhan ekonomi yang perlu dicapai Indonesia untuk bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Pasalnya, untuk lolos dari jebakan tersebut, pertumbuhan yang diperlukan di atas 6 persen per tahun.
"Tantangan utama pembangunan Indonesia adalah keluar dari jebakan middle income trap," ujar Ani, saat akrab Sri Mulyani, saat menyampaikan tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi DPR atas RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2018, di Jakarta (16/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, investasi. Reformasi bisa dilakukan melalui penyederhanaan regulasi, perbaikan iklim investasi, pemberian fasilitasi investasi dam promosi investasi, serta pendalaman investasi dan peningkatan investasi swasta.
Ani mengatakan upaya reformasi struktural sudah mulai dilakukan pemerintah. Reformasi tersebut telah memberikan dampak positif.
Lihat juga:Ekonomi China Lesu Bikin Sri Mulyani Waswas |
Di tengah gejolak perekonomian global, perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh 5,17 persen pada 2018 kemarin. Pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi dalam 4 tahun terakhir.
"Dengan kinerja pertumbuhan ekonomi pada 2018, angka Pendapatan Domestik Bruto (PDB) 2018 sebesar Rp14. 837,4 triliun, meningkat dibandingkan 2017 sebesar Rp13.588,8 triliun.
Perbaikan kinerja ekonomi tersebut tak lepas dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi yang cukup baik tahun lalu.
[Gambas:Video CNN] (sfr/agt)