Inpex Targetkan Desain Akhir Teknis Blok Masela Selesai 2023

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 18:26 WIB
Inpex Targetkan Desain Akhir Teknis Blok Masela Selesai 2023 Ilustrasi Inpex. (www.inpex.co.jp).
Jakarta, CNN Indonesia -- Inpex Corporation (Inpex) menargetkan desain akhir teknis (Front End Engineering Design/FEED) lapangan hulu minyak dan gas abadi Blok Masela selesai pada 2023 mendatang. Perusahaan asal Jepang ini akan memulai proses desain pada tahun depan.

President & CEO Inpex Takayuki Ueda mengatakan sebelum kajian itu dilakukan, pihaknya melakukan beberapa hal. Salah satunya, mobilisasi personil untuk operasional.

Selain itu, pihaknya akan  melakukan lelang pekerjaan untuk menyeleksi dan memilih kontraktor yang melaksanakan pekerjaan FEED.


"Untuk FEED kami memulainya dari 2020 atau tahun depan, ini biasanya memakan waktu dua sampai tiga tahun," ucap Ueda, Selasa (16/7).

Setelah kegiatan FEED selesai, Inpex akan memulai proses untuk memutuskan final investasi (Final Investment Decision/FID). Perusahaan berharap bisa memutuskan paling cepat pada 2022 mendatang.


"Kami akan memulai untuk proses FID tiga sampai empat tahun dari sekarang," tuturnya.

Kemudian, proses tender konstruksi (Engineering, Procurement, Construction, and Installation/EPCI) akan dilakukan selama empat sampai lima tahun. Dengan begitu, Inpex mengharapkan produksi gas pertama dapat dihasilkan pada 2027 mendatang.

Seperti diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah meneken revisi dokumen rencana pengembangan (plan of development/PoD) lapangan hulu minyak dan gas Abadi di Blok Masela bulan ini.

Hal itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan awal atau Head of Agreement (HOA) pengembangan Blok Masela oleh Dwi dan President Direktur INPEX Indonesia Shunichiro Sugaya di Jepang pada Minggu (16/6) lalu.

Dengan persetujuan ini, tambah Ueda, pemerintah Indonesia juga telah memberikan restu untuk memperpanjang Production Sharing Constract (PSC) Wilayah Kerja (WK) atau Blok Masela selama 20 tahun sampai 2025 mendatang.

[Gambas:Video CNN]

(aud/agt)