Trump Panggil Bos Maskapai AS Bahas Kecurangan Qatar Airways

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 14:48 WIB
Trump Panggil Bos Maskapai AS Bahas Kecurangan Qatar Airways Presiden AS Donald Trump. (MANDEL NGAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumpulkan para pemimpin maskapai besar Amerika Serikat (AS) guna membahas dugaan mereka terkait subsidi yang diterima Qatar Airways dan Uni Emirat Arab yang dinilai mengganggu bisnis.

Dikutip dari Reuters, Gedung Putih mengatakan pertemuan dilakukan antara Trump dan CEO American Airlines, United Airlines, JetBlue Airways Corp, FedEx Corp, dan Atlas Air termasuk Wakil Presiden Mike Pence. Pertemuan tersebut juga dihadiri CEO Qatar Airways Akbar yang pada pekan lalu menggembar-gemborkan rencana pembelian lima kargo Boeing 777 baru.

Gedung Putih tak memberikan rincian pertemuan tersebut.


Sejak 2015, maskapai terbesar Delta Airlines serta American and United Airlines menyebut saingan mereka, yakni maskapai Timur Tengah mendapat subsidi dari pemerintahnya. Hal tersebut, menurut mereka, mendistorsi persaingan dan merugikan pekerja AS. Namun, hal tersebut dibantah oleh maskapai-maskapai asal wilayah tersebut.


Asosiasi untuk Keadilan dan Keterbukaan Ruang Udara, kelompok yang mewakili Delta Amerika dan serikat penerbangan negara tersebut mengatakan pertemuan dengan Trump sangat produktif.

"Presiden mendengarkan keprihatinan kami dan menginstruksikan kami untuk bekerja sama dengan Departemen Transportasi AS," ujar Scott Reed, Managing Partner asosiasi itu.

Para CEO JetBlue, FedEx, dan Atlas Air sebelumnya memperingatkan bahwa pembatasan hak-hak kepada Qatar Airways dapat menyebabkan pembalasan terhadap maskapai AS.

Pekan lalu, CEO Delta dan United and American mendesak Gedung Putih untuk bertindak tegas untuk meminta pertanggungjawaban Qatar dan UEA terkait persaingan usaha tidak sehat itu. Mereka menyarankan bahwa kegagalan untuk merespons akan memberi sinyal ke negara lain bahwa mereka juga bebas mengeksploitasi pekerja Amerika.


Pada bulan April, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pemerintah sedang meneliti akuisisi Qatar Airways atas 49 persen saham di Air Italy, yang telah terbang ke tujuan-tujuan AS sejak 2018. Akuisisi tersebut dilihat oleh para anggota parlemen AS sebagai pelanggaran kesepakatan untuk tidak menambah baru penerbangan ke pasar domestik.

Baik Partai Republik dan Demokrat di Kongres mengatakan mereka khawatir bahwa kesepakatan dengan maskapai Italia itu bertentangan dengan pemahaman yang dicapai Qatar Airways dengan Amerika Serikat pada awal 2018.
[Gambas:Video CNN]
Qatar Airways mengakuisisi 49 persen maskapai penerbangan Italia Meridiana pada tahun 2017, mengganti namanya menjadi Air Italy dan mengubahnya menjadi maskapai dengan lima tujuan AS yang diumumkan tanpa henti dari Milan.

Pemerintah Qatar mengatakan pada tahun 2018 tidak mengetahui adanya rencana untuk meluncurkan penerbangan dari Qatar ke tujuan-tujuan AS melalui pemberhentian di Eropa yang dikenal sebagai penerbangan "Kebebasan Kelima". (Reuters/agi)