Sinyal The Fed Bikin Rupiah Terangkat Rp13.934 per Dolar AS

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 16:42 WIB
Sinyal The Fed Bikin Rupiah Terangkat Rp13.934 per Dolar AS Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp13.934 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Jumat (19/7) sore. Dengan demikian, maka rupiah menguat 0,16 persen dibandingkan penutupan Kamis (18/7) yakni Rp13.960 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.913 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp13.976 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp13.890 hingga Rp13.945 per dolar AS.

Sore hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia menguat 0,03 persen, yuan China menguat 0,04 persen, peso Filipina menguat 0,06 persen, rupee India menguat 0,11 persen, dolar Hong Kong menguat 0,13 persen, baht Thailand menguat 0,18 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,36 persen.


Di sisi lain, terdapat pula mata uang yang melemah terhadap dolar AS yakni dolar Singapura sebesar 0,11 persen dan yen Jepang sebesar 0,35 persen. Sementara itu, mata uang negara maju melemah terhadap dolar AS seperti euro sebesar 0,19 persen, dolar Australia sebesar 0,2 persen, dan poundsterling Inggris sebesar 0,25 persen.


Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelaku pasar kini kembali optimistis bahwa bank sentral AS The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya pada akhir bulan ini. The Fed dijadwalkan akan menurunkan suku bunga acuan hingga 50 basis poin ke arah 1,75 persen hingga 2 persen pada 31 Juli mendatang.

Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden The Fed New York John Williams bahwa penurunan suku bunga Fed Rate menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi.

"Pasca-komentar tersebut pertaruhan pemangkasan suku bunga sebesar 50 bps naik menjadi 48,3 persen dari sebelumnya 34,3 persen," jelas Ibrahim, Jumat (19/7).

Sentimen positif juga datang setelah BI memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. BI bahkan membuka peluang penurunan lagi di masa yang akan datang.


"Bagaikan mendapat durian runtuh, rupiah mendapat keberuntungan ganda yang datang dari The Fed dan bank sentral global yang akan menurunkan suku bunga acuan akibat dampak dari perang dagang dan Brexit yang sampai saat ini belum ada kejelasan," tutur dia. (glh/lav)