Ekonomi AS Membaik, Rupiah Melemah ke Rp13.936 per Dolar AS

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 16:39 WIB
Ekonomi AS Membaik, Rupiah Melemah ke Rp13.936 per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp13.936 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (16/7) sore. Posisi tersebut melemah 0,11 persen dibandingkan Senin (15/7) yang di Rp13.920 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.925 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp13.970 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada di dalam rentang Rp13.905 per dolar AS hingga Rp13.938 per dolar AS.

Sore hari ini, pergerakan sebagian besar mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Terdapat mata uang yang melemah seperti ringgit Malaysia melemah 0,06 persen, dolar Singapura melemah 0,07 persen, yen Jepang melemah 0,09 persen, dan rupee India melemah 0,17 persen.


Namun di sisi lain, terdapat mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS seperti yuan China sebesar 0,02 persen, baht Thailand sebesar 0,03 persen, dolar Hong Kong sebesar 0,13 persen, won Korea Selatan sebesar 0,14 persen, dan peso Filipina sebesar 0,3 persen.


Sementara itu, mata uang negara maju terlihat melemah terhadap dolar AS. Euro melemah 0,11 persen, dolar Australia melemah 0,11 persen, dan poundsterling Inggris melemah 0,36 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh rilis data ekonomi AS yang positif. Untuk negara bagian New York saja, indeks manufaktur Juli berada di angka 4,3 persen atau membaik dibanding Juni yang minus 8,6 persen.

Adapun pada hari ini, pelaku pasar juga mengantisipasi data penjualan ritel dan produksi manufaktur AS.

"Jadi, dengan indikator yang baik, masih ada harapan The Fed tidak jadi menurunkan suku bunga acuan dalam pertemuan akhir bulan Juli, walaupun dalam pertemuan minggu lalu optimis akan menurunkan suku bunga acuannya," terang Ibrahim, Selasa (16/7).

Kemudian, di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan rapat kebijakan moneter dan keputusan suku bunga acuan BI.

"Ada harapan dalam pertemuan tersebut BI akan memangkas suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate sebesar 25 basis poin dari 6 persen menjadi 5,75 persen," pungkas dia.

[Gambas:Video CNN] (glh/agt)