Renovasi Jadi Alasan Pertamina Pindah Kantor ke Gedung Luhut

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 17:33 WIB
Renovasi Jadi Alasan Pertamina Pindah Kantor ke Gedung Luhut Ilustrasi Pertamina. (Detikcom/Ari Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) menyatakan sengaja memindahkan sementara sebagian tempat kerja karyawan ke gedung milik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Gedung Sopo Del Tower lantaran perusahaan akan merenovasi kantor mereka di Gedung Annex. Rencana renovasi sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan ruang perkantoran di Gedung Annex perlu direnovasi karena usia gedung sudah terlalu tua. Padahal pada saat bersamaan, kebutuhan ruang kantor Pertamina semakin meningkat dan perlu diperbaharui.

"Organisasi berkembang, perlu revitalisasi agar lebih modern untuk perusahaan berkelas world class company," ucap Fajriyah kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/7).


Selain itu, faktor keamanan gedung juga menjadi alasan perusahaan melakukan renovasi di Gedung Annex. Hal itu juga atas rekomendasi hasil kajian yang dilakukan tim independen.


"Gedung Annex diperbaiki karena umurnya sudah lebih dari 40 tahun," imbuhnya.

Sebelum pindah, Pertamina melakukan proses tender terlebih dahulu dalam memilih gedung mana yang akan disewa selama proses renovasi dilakukan. Fajriyah menyebut bahwa tender itu dilakukan beberapa tahun lalu.

"Ada parameternya, ketersediaan ruang yang besar, harga, itu menjadi pertimbangan. Jadi tidak tiba-tiba. Kami kan ada tata kelola perusahaannya (good corporate governance/gcg) nya juga," katanya.

Selain Gedung Annex, perusahaan juga berencana merenovasi Kantor Pusat Pertamina ke depannya. Untuk itu, perusahaan pelat merah ini akan menyewa gedung lain demi memindahkan karyawannya sementara.

Namun, Fajriyah belum bisa memastikan gedung mana yang akan dipilih oleh Pertamina. Alasan renovasi kantor pusat masih sama seperti Gedung Annex, yakni karena usianya yang sudah tua dan butuh diperbaharui.

"Yang jelas semua pakai tender," kata Fajriyah.

[Gambas:Video CNN]

(aud/agt)