Darmin Sebut Rupiah masih Punya Ruang Penguatan

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 16:15 WIB
Darmin Sebut Rupiah masih Punya Ruang Penguatan Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan rupiah masih punya ruang penguatan. Ia mengakui, perkembangan kondisi ekonomi global dan domestik yang penuh ketidakpastian masih menghantui pergerakan rupiah. 

"Ruang itu masih ada, tapi seberapa luas, itu tergantung banyak hal, dia tidak bisa berdiri sendiri," ungkap Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/7).

Menurut Darmin, kurs rupiah dalam beberapa tahun ini bergerak pada rentang Rp13.900 per dolar Amerika Serikat (AS) seperti  saat kondisi ekonomi stabil pada akhir 2017. Sayangnya, arah kebijakan moneter ketat yang dilakukan bank sentral Amerika Serikat The Fed 2018 lalu membuat rupiah terpuruk hingga menyentuh kisaran Rp15 ribu per dolar AS. 


Selain pengaruh dari kebijakan moneter The Fed, rupiah juga mendapatkan tekanan dari ketidakpastian ekonomi global yang meningkat seiring memanasnya perang dagang antara AS dan China. "Padahal sebelum perang dagang, kurs itu masih Rp13.300 per dolar AS kan? Ya mestinya tidak jauh dari situ," katanya.


Darmin mengatakan pemerintah sebenarnya sudah berupaya untuk membawa rupiah keluar dari tekanan tersebut. Tapi, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang menggembirakan. Rupiah mash sulit menguat terhadap dolar AS.

"Setiap hari pun kami berupaya, sudah banyak hal, tapi ya semua belum (ada dampak signifikan)," ungkapnya.

Rupiah bertengger di posisi Rp13.934 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (19/7). Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.913 per dolar AS.

Bila dibandingkan dengan mata uang Asia, pergerakan rupiah hari ini cukup baik. Sebab, beberapa mata uang lain justru berada di zona merah, seperti dolar Singapura yang melemah 0,11 persen dan yen Jepang minus 0,35 persen.

Namun, mayoritas mata uang Asia memang tengah menguat dari mata uang Negeri Paman Sam. Ringgit Malaysia menguat 0,03 persen, yuan China 0,04 persen, peso Filipina 0,06 persen, rupee India 0,11 persen, dolar Hong Kong 0,13 persen, baht Thailand 0,18 persen, dan won Korea Selatan 0,36 persen.

[Gambas:Video CNN]
(uli/agt)