Menhub Usul Landasan Pacu III Bandara Soetta Operasi Agustus

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 10:34 WIB
Menhub Usul Landasan Pacu III Bandara Soetta Operasi Agustus Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan agar Landasan Pacu III Bandara Soekarno-Hatta bisa dioperasikan Agustus nanti. Usul disampaikan karena secara teknis Landasan Pacu (runway) III Bandara Soekarno-Hatta siap dan mendukung untuk dioperasikan.

Kesiapan tersebut dipastikan setelah Prosedur Operasi Standar (Standard Operating Procedure/SOP) disempurnakan.

"Kami akan usulkan paling lambat pertengahan Agustus 2019 (Runway III Bandara Soekarno-Hatta) secara teknis bisa beroperasi. Sebenarnya, sekarang bisa tapi saya pikir lebih baik kami sempurnakan SOP nya terlebih dahulu," ujar Budi seperti dikutip dari pernyataannya, Senin (22/7).


Namun, sebelum dioperasikan Budi berharap pihak terkait segera melakukan sosialisasi kepada maskapai dilakukan. Pasalnya, jenis pesawat yang bisa diakomodasi oleh landasan baru itu masih terbatas.


Menurut Budi, operasional Runway III dapat membuat kapasitas lepas landas-pendaratan (take off-landing) pesawat bertambah dari 81 menjadi 114 take off-landing per jam. Dengan demikian, layanan Bandara Soekarno-Hatta akan meningkat.

Saat ini, Runway III memiliki panjang 2.500 meter (m) dan dapat segera digunakan. Panjang runway tersebut akan bertambah hingga 3.000 meter hingga November 2019 sehingga kapasitas take off-landing dapat bertambah hingga 40 persen.

"Naik menjadi 40 persen itu bisa diilustrasikan kira-kira menjadi 100 juta penumpang per tahunnya, " ujar Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) ini.

Dalam tinjauan tersebut, Budi juga menyaksikan test kelayakan penerbangan (proper flight) dari pesawat kalibrasi. Budi juga sempat berbincang kepada pilot pesawat tersebut untuk mendapatkan masukan untuk perbaikan Runway III.


"Ini tadi bukan penerbangan pertama tapi penerbangan test proper flight atau tes Runaway III ini. Tadi, pilot pesawat kalibrasi Capt. Iwan menyatakan clear, tidak ada masalah. Jadi, secara teknis ini sudah bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya. 

Lebih lanjut, Budi berharap AP II selaku operator bandara dapat menyediakan fasilitas yang baik dan lengkap sehingga Jakarta juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata dan menyumbangkan devisa ke Indonesia.

"Oleh karenanya, kami tidak hanya bisa berpikir tentang bandara tapi juga infrastruktur pendukung, sarana umum. kami harus siapkan karena simulasi tentang kebutuhan-kebutuhan itu harus bisa dilakukan dengan baik sehingga masyarakat bisa menggunakan bandara secara baik, waktunya tepat, pelayanannya baik," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (sfr/agt)