Kemenperin Targetkan Ekspor Tekstil Tembus Rp209 T di 2019

CNN Indonesia | Selasa, 23/07/2019 11:19 WIB
Kemenperin Targetkan Ekspor Tekstil Tembus Rp209 T di 2019 Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) bisa mencapai US$15 miliar atau Rp209, triliun (kurs Rp13.955 per dolar AS) pada 2019 ini. Target tersebut mereka buat naik dibandingkan dengan realisasi ekspor TPT 2018 yang mencapai US$13,27 miliar.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Muhdori mengatakan target dibuat dengan melihat perkembangan kinerja ekspor TPT belakangan ini. Data Kementerian Perindustrian, ekspor produk tersebut dalam tiga tahun belakangan ini cukup bagus dan meningkat.

Untuk 2016, nilai ekspor TPT berhasil menembus US$11,87 miliar. Nilai tersebut meningkat menjadi US$12,59 miliar pada 2017 dan naik lagi menjadi US$13,27 miliar di 2018.


"Kami melihat industri TPT nasional masih tumbuh dengan baik. Apalagi surplusnya signifikan. Kalau masih ada impornya, yaitu bahan baku untuk diolah lagi di dalam negeri sehingga meningkatkan nilai tambah dan mendorong perekonomian nasional," katanya seperti dikutip dari pernyataan yang dikeluarkan Senin (22/7).


Meskipun kinerja ekspor produk tersebut terus meningkat, ia mengatakan pencapaian target tersebut perlu dapat dukungan berbentuk penambahan investasi baru. Pencapaian target juga butuh dukungan dari perluasan usaha di setiap sektor industri TPT.

"Kami memproyeksi nilai investasi yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran tersebut, yakni sebesar Rp74,5 triliun. Dari investasi ini, kami memperkirakan tenaga kerja yang diserap sektor industri TPT bisa mencapai 4,11 juta orang," katanya.

Sebagai informasi, saat ini potensi industri TPT nasional didukung dari sektor hulu sebanyak 33 unit dengan kapasitas produksi 3,31 juta ton per tahun.


Kemudian di sektor antara, ditopang 294 industri untuk pemintalan (spinning) dengan kapasitas produksi 3,97 juta ton per tahun, yang ditunjang pula dari sektor weavingdyeingprinting dan finishing sebanyak 1.540 industri skala besar serta 131 ribu industri kecil dan menengah (IKM) dengan total kapasitas produksi 3,13 juta ton per tahun.

Sementara itu, di sektor hilir, terdapat produsen pakaian jadi dengan jumlah 2.995 industri skala besar dan 407 ribu IKM. Total kapasitas produksi mencapai 2,18 juta ton per tahun. Adapun produsen tekstil lainnya dengan jumlah 765 industri dan kapasitas produksi 0,68 juta ton per tahun.

[Gambas:Video CNN]
(agt)