Pemerintah Donasi Rp14 M ke AIS, Akses Pasar Makin Terbuka

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 11:51 WIB
Pemerintah Donasi Rp14 M ke AIS, Akses Pasar Makin Terbuka Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadhewa. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mengklaim sumbangan sebesar US$1 juta atau setara Rp14 miliar (kurs Rp14 ribu dolar per Amerika Serikat) kepada The Archipelagic and Island States (AIS) akan memancing lebih banyak investasi asing ke Indonesia. Sumbangan diharapkan bisa membuka akses pasar baru bagi produk Indonesia.

Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadhewa mengatakan AIS merupakan sebuah forum yang fokus dengan perubahan iklim dan perlindungan laut di dunia. Meski bergerak di bidang perubahan iklim dan perlindungan laut, ia mengatakan forum tersebut bisa memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi ekonomi dan bisnis di dalam negeri.

Diketahui, forum ini diikuti oleh sejumlah negara, seperti Jepang, Inggris, Singapura, Selandia Baru, Timor Leste, dan Madagaskar.


"Forum AIS juga memberikan kesempatan untuk akses pasar baru dan menambah investasi asing," ucap Purbaya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (20/7).


Ia mengatakan Sekretariat AIS baru saja didirikan. Setelah itu, kesempatan Indonesia untuk melakukan penjajakan kerja sama ekonomi dan bisnis dengan negara yang tergabung dalam forum AIS bisa dilakukan.

"Dengan adanya AIS hubungan jadi lebih baik," imbuh dia.

Namun, sambung Purbaya, dampak ekonomi berupa akses pasar baru dan masuknya investasi asing diprediksi baru terasa dalam dua tahun mendatang.

Sementara, manfaat utama dari forum AIS adalah terbuka kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan negara lain dalam menghadapi ancaman pemanasan global. Tak hanya berbagai informasi, tapi juga secara teknologi.

[Gambas:Video CNN]

"Ini khususnya meningkatkan daya dukung sektor kemaritiman untuk mengurangi dampak pemanasan global," jelas Purbaya.

Jika forum ini berhasil, Purbaya meyakini AIS akan menjadi pintu bagi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia. Terlebih, forum AIS memiliki sekretariat di Jakarta.

"Bila kerja sama dengan negara AIS cukup baik, maka AIS akan menjadi kekuatan tersendiri di kancah dunia yang dapat berperan lebih besar dalam arah kebijakan dunia," katanya.

Sebelumnya, Purbaya menyebut dana sumbangan dari Indonesia akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pencairan dana dilakukan secara bertahap dari APBN 2019 hingga APBN 2021.


"Jadi US$300 ribu dari APBN 2019, setelah itu US$350 ribu (APBN 2020), dan sisanya 2021. Kami harapkan negara lain juga ikut kontribusi," ucap Purbaya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan sumbangan dari pemerintah Indonesia kepada AIS akan diserahkan melalui Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pembangunan atau The United Nations Development Programme (UNDP).

"Negara-negara pulau itu banyak yang punya masalah, masalah suhu. Bisa juga pulau-pulau itu dengan naiknya suhu bumi, pulau-pulau itu juga bisa hilang," katanya, Selasa (16/7).

Sumbangan tersebut akan digunakan untuk pendanaan berbagai proyek menyangkut perubahan iklim dan perlindungan laut. Saat ini, tercatat 49 negara resmi bergabung dalam AIS Forum. (aud/agt)