Penurunan tersebut berdampak pada torehan laba bersih perusahaan. Berdasarkan data perseroan, laba bersih hanya mencapai Rp1,06 triliun pada semester I/2019.
Laba tersebut, naik tipis 1,92 persen dibanding semester I 2018 yang mencapai Rp1,04 triliun. Penurunan pendapatan Jasa Marga tersebut disebabkan oleh anjloknya income konstruksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung Jasa Marga pada semester ini mendapatkan topangan dari pendapatan tol dan anak usaha lainnya. Pendapatan tersebut mencapai Rp5,15 triliun, naik dibandingkan dengan periode serupa pada 2018 yang hanya Rp4,78 triliun.
Ia menyatakan ruas jalan tol baru turut menyumbang pertumbuhan aset sebesar 8,79 persen dari Rp82,41 triliun menjadi Rp89,66 triliun.
Di sisi lain, pengelola jalan tol plat merah itu berhasil mengurangi beban perseroan sebesar 46,97 persen dari Rp15,77 triliun menjadi Rp10,73 triliun. Beban perseroan berkurang baik dari sisi beban konstruksi dan beban tol serta usaha lainnya.
Sementara itu, liabilitas perusahaan dengan kode saham JSMR itu naik 9,78 persen dari Rp62,21 triliun menjadi Rp68,3 triliun.
Untuk informasi, perseroan telah mengoperasikan 41,46 Kilometer (Km) jalan tol baru sepanjang semester I 2018. Rinciannya, Jalan Tol Medan-Kualanamu Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah - Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 Km di kuartal I 2019. Sedangkan di kuartal II 2019, perseroan telah mengoperasikan Jalan Tol Pandaan-Malang seksi Pandaan-Singosari sepanjang 30,6 Km dan Jalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 Km.
[Gambas:Video CNN] (ulf/agt)