Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi atas kondisi tersebut.
"Kami terus memonitor dan menyiapkan langkah. Apa langkahnya? Kami mau lihat Agustus ini seperti apa," katanya, Kamis (25/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan melihat dari sini ke Agustus seperti apa pengaruhnya. Sekaligus kami menunggu apakah ada perkembangan terjadi," tuturnya.
BMKG mencatat 7 provinsi yang telah melaporkan kekeringan. Dari 7 provinsi itu, 55 kabupaten atau kota telah status siaga darurat, yakni 25 kota di wilayah Jawa Timur, 12 di Jawa Tengah, 3 di NTB, 6 di NTT, 3 di Yogyakarta, dan 5 di Jawa Barat, serta 1 kota di Banten.
[Gambas:Video CNN]
Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih kering dan lebih terik dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia mengatakan salah satu faktor penyebab kekeringan itu adalah akibat fenomena El Nino. El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Dampak dari El Nino yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.
"Fenomena El Nino bersamaan dengan musim kemarau sehingga dampak yang dirasakan adalah kemaraunya menjadi lebih kering dibanding tahun 2018," kata Hary belum lama ini. (ulf/bir)