Pemerintah 'Rayu' China Pindahkan Pabrik Mebel ke RI

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 18:48 WIB
Pemerintah 'Rayu' China Pindahkan Pabrik Mebel ke RI Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah tengah merayu sejumlah pemilik pabrik mebel di China untuk memindahkan operasional bisnisnya ke Indonesia. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memanfaatkan momentum perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Negeri Tirai Bambu.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan pendekatan dengan pemilik pabrik tersebut dilakukan bersama dengan Kementerian Perindustrian. 

"Kami gabungan BKPM dengan Kementerian Perindustrian itu sudah bolak-balik ke sebuah kota di China, Dongguan. Itu adalah sentra industri mebel di China," ucap Thomas, Selasa (30/7).


Selain China, pemerintah juga membidik perusahaan mebel Taiwan untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia.

Sebelumnya, relokasi pabrik telah dilakukan oleh perusahaan komponen elektronik asal Taiwan, Pegatron. Perusahaan penyuplai komponen utama Apple itu sudah merelokasi pabriknya ke Batam. Perusahaan itu menanamkan dana hingga US$40 juta di dalam negeri.

"Mereka investasi US$40 juta dengan harapan menghasilkan ekspor US$1 miliar per tahun pada 2021 sampai 2022," kata Thomas.

Selain itu, Thomas menyatakan Kementerian Perindustrian kini juga sedang berdiskusi dengan Compal Electronics untuk memindahkan operasional pabriknya ke Indonesia. Compal merupakan perusahaan perakit barang elektronikseperti iPad. Namun, belum ada kepastian apakah perusahaan asal Taiwan itu akan mengikuti jejak Pegatron dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Thomas mengaku tak mudah membujuk pabrik-pabrik di China untuk memindahkan operasionalnya ke Indonesia. Masalahnya, pemilik pabrik juga tertarik untuk pindah ke India.

"Ya memang kami menghadapi persaingan yang sengit untuk bisa menggarap relokasi pabrik China. Saya juga mau tekankan bahwa kami terus berkoordinasi dengan pemerintah China," jelasnya.

Sebagai informasi, perundingan perang dagang antara China dan AS masih berlanjut. Dua perwakilan dari kedua negara tersebut akan melakukan pertemuan dalam waktu dekat.

Mengutip AFP, Selasa (30/7), diskusi ini merupakan yang pertama kalinya sejak pertemuan kedua pemimpin negara, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada perhelatan KTT G20 bulan lalu.

Negosiasi tersebut akan menjadi diskusi tatap muka pertama sejak kesepakatan gagal ditempuh pada Mei lalu, ketika Trump menuduh China mengingkari komitmen. AS dan China sejauh ini bersitegang dan menghadapi tarif impor untuk barang senilai US$360 miliar.


[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)