Presiden Korsel Kutuk Jepang 'Tendang' Mitra Ekspor Favorit

CNN Indonesia | Jumat, 02/08/2019 14:25 WIB
Presiden Korsel Kutuk Jepang 'Tendang' Mitra Ekspor Favorit Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. (Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengutuk keputusan Jepang karena menghapus Korsel dari daftar putih mitra ekspor favorit. Jae-in menilai langkah itu sebagai tindakan gegabah dan mendorong lahirnya tindakan balasan.

Pada pertemuan kabinet yang disiarkan langsung melalui stasiun televisi setempat, Jae-in menyebut langkah Jepang sebagai tindakan egois, destruktif, yang akan melumpuhkan rantai pasokan global dan mendatangkan malapetaka pada ekonomi global.

"Pemerintah Jepang harus menarik langkah-langkah unilateral dan tidak beralasan sesegera mungkin dan mengambil jalan menuju dialog. Saya dengan tegas memperingatkan bahwa Jepang akan sepenuhnya bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi di masa depan," tegas dia, seperti dilansir AFP, Jumat (2/8).

Bersamaan dengan itu, warga Korsel menggelar demonstrasi memprotes Jepang atas aksi invasi ekonomi yang dilakukannya ke Negeri Ginseng. Protes digelar tepat setelah Jepang mengeluarkan kebijakan 'menendang' Korsel dari daftar putih mitra ekspor favoritnya.

Para pengunjuk rasa berdiri di depan gedung Kedutaan Jepang di pusat kota Seoul, Korsel. Mereka membawa tanda-tanda bertuliskan 'No Abe', yang merujuk kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

"Pemerintah Abe mendistorsi sejarah dan melakukan invasi ekonomi! Ini adalah invasi ekonomi yang menyerang titik vital ekonomi kita," ujar Presiden Aliansi Korea untuk Gerakan Progresif Park Seok-woon, saat berdemo.

Sebagai informasi, Korsel adalah negara pertama yang ditendang dari daftar negara-negara mitra ekspor favorit Jepang. Ini artinya, ratusan produk yang diekspor akan melewati pengawalan ketat.

Diketahui, Jepang membatasi ekspor tiga produk kunci untuk industri chip dan ponsel pintar (smartphone) milik Korsel sejak bulan lalu. Tapi, Menteri Perdagangan Jepang Hiroshige Seko bersikeras bahwa kebijakan tersebut bukan lah embargo ekspor.

"Kami percaya mencabut Korsel dari perlakuan istimewa tidak mempengaruhi rantai pasokan global atau berdampak negatif pada perusahaan Jepang," tutur Seko.

Langkah tersebut merupakan pukulan terbaru untuk hubungan Jepang dan Korsel. Para pejabat Jepang bilang pembatasan ekspor khusus yang diberlakukan bulan lalu dan penghapusan Korsel dari mitra ekspor favorit Jepang bukan lah aksi balas dendam.

Menurut dia, Korsel telah berulang kali melanggar aturan barang-barang sensitif yang diekspor. Padahal, hal itu riskan untuk keamanan nasional.

Ketegangan Jepang dan Korsel mengkhawatirkan AS. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo disebut akan mengadakan pembicaraan tiga pihak dengan rekan-rekannya, Jepang dan Korsel pada hari ini.
[Gambas:Video CNN]


(AFP/bir)