Darmin Ramal Ekonomi Kuartal II 2019 Tumbuh 5,12 Persen

ulf, CNN Indonesia | Sabtu, 03/08/2019 02:28 WIB
Darmin Ramal Ekonomi Kuartal II 2019 Tumbuh 5,12 Persen Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 mencapai 5,12 persen. Proyeksi ini lebih tinggi dari raihan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 sebesar 5,07 persen.

Akan tetapi, proyeksi itu lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 sebesar 5,27 persen.

"Saya kira (pertumbuhan ekonomi) akan ada di sekitar 5,1 persen bulat. Malah saya menduga mestinya sedikit ada, dibulatkannya 5,1 persen ke bawah bukan ke atas. 5,12 persen segitu," katanya, Jumat (2/8).


Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi mendapat tekanan dari perlambatan ekonomi global. Kondisi ini diperkuat dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh lembaga keuangan internasional.


Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksinya dari 3,3 persen pada April menjadi 3,2 persen pada Juli. Sedangkan Bank Dunia memangkas proyeksinya hingga 0,3 persen dari 2,9 persen menjadi 2,6 persen dalam laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2019.

Perlambatan ekonomi global dipicu oleh lesunya perdagangan dunia akibat perang dagang AS-China. Tak pelak, kinerja ekspor dan impor Indonesia turut terimbas.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor mencapai US$14,74 miliar, naik 12,42 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan impor turun 5,62 persen menjadi US$14,53 miliar.

"Ekonomi dunia juga melambat, perdagangan melambat. Ekspor kita masih belum (maksimal), impornya malah turun beberapa bulan ini," tuturnya.


Ia bilang pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Pada kuartal I 2019, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,01 persen. Selain itu, ia menuturkan pertumbuhan ekonomi akan disokong kenaikann investasi.

Menurut catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi sebesar Rp395,6 triliun sepanjang semester I 2019. Realisasi ini tumbuh 9,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni Rp361,6 triliun.

"Ekonomi kita motor pertamanya memang konsumsi masyarakat, baru investasi, baru ekspor dan impor sebenarnya," katanya.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menaksir pertumbuhan ekonomi kuartal II 2019 hanya berkisar di area 5,07 persen dan 5,1 persen. Proyeksi ini didasarkan pada prediksi kinerja ekspor dan impor yang menurun.

[Gambas:Video CNN]

Sama halnya dengan Darmin, Perry menyatakan potensi penurunan kinerja ekspor dan impor sebagai dampak perang dagang AS-China. Pelemahan kinerja ekspor terutama terasa pada sektor komoditas dan manufaktur. (lav/lav)