Menko Darmin Sebut Kerugian Ekonomi dari Listrik Mati

CNN Indonesia | Senin, 05/08/2019 16:10 WIB
Menko Darmin Sebut Kerugian Ekonomi dari Listrik Mati Menteri Perekonomian Darmin Nasution. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan peristiwa listrik mati secara massal (blackout) di sebagian besar Pulau Jawa mengakibatkan kerugian ekonomi.

"Kalau merugikan ya pasti merugikan," katanya tanpa merinci kerugian yang dimaksud lebih jauh, Senin (5/8).

Meski demikian, ia meyakini kejadian itu hanya menjadi sementara. Sebab, PT PLN (Persero) tengah berupaya memperbaiki kondisi tersebut. Ia meyakini hal ini tidak akan mempengaruhi pandangan investor terhadap Indonesia.

"Sudah lah listrik itu kan kemarin aja. Mudah-mudahan tidak kejadian lagi," imbuhnya.

Sebagai informasi, listrik padam di sejumlah wilayah Jakarta dan sebagian Banten, Jawa Barat, serta Jawa Tengah, sekitar pukul 11.48 WIB, pada Minggu (4/8). Bahkan beberapa wilayah masih padam hingga Senin (5/8) pagi.

PLN menjelaskan listrik mati karena ada gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kiloVolt (kV). Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.

Atas kejadian tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi Kantor Pusat PLN, Senin (5/8). Jokowi meminta perusahaan setrum negara tersebut untuk segera menyelesaikan masalah.

Ia juga mempertanyakan jajaran PLN yang tak menghitung kejadian gangguan listrik, sehingga berdampak pada pemadaman di sejumlah wilayah. Menurutnya, listrik mati tiba-tiba menunjukkan tak ada langkah antisipasi dari PLN.

"Kok tahu-tahu drop (listrik) itu? Artinya, pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi dan itu betul-betul merugikan kita semuanya," terang Jokowi.

Sekadar informasi, blackout listrik tidak cuma mengakibatkan aliran rumah tangga mati, tetapi juga layanan publik, seperti gedung perkantoran dan sebagian pusat perbelanjaan, termasuk ritel sejenis Indomaret, Alfamart. Belum lagi, layanan transportasi publik, seperti kereta rel listrik, dan MRT Jakarta.

Belum diketahui kerugian pelaku industri tersebut. Namun, sebagian di antaranya tetap beroperasi dengan menggunakan genset, seperti hotel dan restoran.

Dari sisi PLN, Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Raharjo Abumanan memprediksi kerugian yang ditanggung perusahaan berkisar Rp90 miliar. Kerugian berasal dari terhentinya penjualan listrik saat terjadi gangguan.

Rata-rata penjualan listrik PLN mencapai 22 ribu MegaWatt per jam pada hari libur atau Minggu. Namun, pasokan yang disuplai oleh pembangkit di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten hanya sebesar 13.000 MW per jam. Artinya, potential loss PLN sebesar 9 ribu MW per jam.
[Gambas:Video CNN]


(ulf/bir)