Mengutip Reuters, harga minyak Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) anjlok 4,7 persen menjadi US$51,09 per barel dan minyak berjangka Brent turun 4,6 persen ke level US$56,23 per barel.
Harga minyak telah jatuh sejak awal sesi perdagangan kemarin. Bukan hanya karena kekhawatiran akibat perang dagang, tapi peningkatan stok minyak AS sebanyak 2,4 juta barel turut menambah sentimen negatif untuk harga minyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga terus diperdagangan rendah di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan minyak dan pertumbuhan ekonomi akibat perang dagang," kata Gene McGillian selaku Wakil Presiden Riset Pasar Tradition Energy, dikutip Kamis (8/8).
Sementara, produksi minyak mentah AS diproyeksi naik 1,28 juta barel per hari menjadi 12,27 juta barel per hari tahun ini. "Pasar merespons data tersebut," ungkap Direktur Energi Berjangka di Mizuho Robert Yawger.