Jokowi 'terbang' ke Negeri Jiran Kamis (8/8) sore, usai menghadiri Kongres PDIP ke-V, di Bali pada siang ini.
"Termasuk mengenai diskriminasi minyak kelapa sawit kita, itu yang utama," kata Jokowi usai meresmikan Gedung Sekretariat ASEAN, di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak hal yang perlu kami bicarakan dengan Pak Tun Mahathir Mohamad, terutama yang berkaitan dengan perbatasan, dengan TKI kita banyak," katanya.
Dalam Delegated Regulation itu Komisi Uni Eropa menilai kelapa sawit mengakibatkan deforestasi berlebihan. Maka penggunaannya untuk bahan bakar kendaraan bermotor harus dihapus.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan pemerintah akan melakukan retaliasi atau tindakan balasan perdagangan kepada Uni Eropa jika bersikukuh mendiskriminasi produk kelapa sawit Indonesia.
JK menyebut langkah Uni Eropa yang mendiskriminasi produk kelapa sawit Indonesia merupakan permasalahan serius. JK menyatakan bakal melawan jika produk kelapa sawit sampai dilarang.
Menurutnya, bisnis sawit memiliki nilai ekspor yang cukup besar. Terlebih ada sekitar 15 juta warga yang bekerja, baik langsung maupun tidak langsung, dalam aktivitas ekspor sawit tersebut.
Selain itu, Uni Eropa juga berencana mengenakan bea masuk imbalan sementara pada produkbiodiesel Indonesia pada 2020 mendatang. Uni Eropa menganggap pemerintah memberikan fasilitas subsidi pada produk turunan minyak kelapa sawit itu. Rencananya, besaran bea masuk berkisar 8 persen hingga 18 persen.
(fra/lav)