Investor Eropa Masih Percaya dengan Iklim Investasi RI

CNN Indonesia | Sabtu, 10/08/2019 21:05 WIB
Investor Eropa Masih Percaya dengan Iklim Investasi RI Ilustrasi investasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Eropa di Indonesia (EuroCham) mengungkapkan kepercayaan investor mereka terhadap Indonesia sampai saat ini masih tinggi. Kepercayaan tersebut tercermin dari hasil riset indeks kepercayaan bisnis (BCI) yang mereka lakukan terhadap 780 orang investor pada 9 sampai 26 Mei 2019 lalu. 

Hasil survei menunjukkan 60 persen investor Eropa yang disurvei menyatakan masih memiliki kepercayaan tinggi untuk berinvestasi di Indonesia . Padahal, ekonomi Indonesia masih menghadapi banyak tantangan.

BCI yang dihasilkan kali ini merupakan survei tahunan yang ke-7 yang dirancang dan dikelola oleh Kadin Inggris (BritCham). BCI menyajikan rangkaian cuplikan ekonomi dan kinerja pemerintah terhadap pendapatan, jumlah pegawai, laba dan investasi mendatang.


"Jadi kami sangat senang dengan hasilnya dan secara keseluruhan kepercayaan dalam berinvestasi di Indonesia masih sangat sangat tinggi," ujar Ketua Dewan EuroCham Indonesia Corine Tap, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (9/8).

Dalam keterangan yang lebih rinci, Sekretaris Kehormatan BritCham Nick Holder mengatakan ada beberapa sektor yang indeks kepercayaan bisnis investor Eropa naik. Pertama, infrastruktur yang indeksnya meningkat tipis sebesar 1 persen menjadi 76 persen.

Kedua, sektor pendidikan yang mencapai 55 persen atau meningkat 9 persen dibandingkan sebelumnya. Ketiga, sektor swasta yang mencapai 56 persen, naik 5 persen dibandingkan sebelumnya.

Meskipun demikian, Nick mengakui indeks kepercayaan bisnis di beberapa sektor turun.  Sektor pertama,
 perhotelan yang turun 9 persen menjadi 68 persen. Kedua, sektor makanan dan minuman yang turun 5 persen menjadi 63 persen. 

Penurunan tersebut terjadi karena isu teroris.

[Gambas:Video CNN]
"Saya berspekulasi di sini, tetapi ini bisa menjadi masalah di seputar terorisme yang merupakan salah satu daerahnya," jelas Nick.

Selain faktor tersebut, Nick menyebut terdapat kekhawatiran yang meningkat di tahun 2019 karena adanya isu-isu domestik seperti proteksionisme, kurangnya tenaga kerja yang terampil serta kebijakan ketenagakerjaan.

Kendati menurun, sejauh ini Kamar Dagang Eropa menilai prospek bisnis di Indonesia masih relatif stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya. (hns/agt)