Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara ketika menjawab pertanyaan di sebuah forum yang bertempat di Jakarta Selatan, Jumat (9/8). Kala itu, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Anwar Nasution mempertanyakan lemahnya penegakan hukum dan reformasi perpajakan pemerintah selama ini dan justru terus menawarkan tax amnesty.
Namun, Suahasil membantah pernyataan tersebut. "Saya jamin tidak ada (tax amnesty)," jelas Suahasil, Jumat (9/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengintip Celah Korupsi Impor Bawang Putih |
Sebagai hasil tax amnesty lalu, total harta yang dideklarasikan WP mencapai Rp4.855 triliun yang terdiri atas deklarasi harta dalam negeri Rp3.676 triliun dan deklarasi harta luar negeri mencapai Rp1.031 triliun.
Data Kemenkeu menunjukkan rasio pajak Indonesia berada di posisi 11,5 persen dari PDB. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yakni 10,7 persen dari PDB.
"Tax amnesty tidak boleh jadi kegiatan yang berulang. Tidak boleh pokoknya. Tetapi kita berusaha bilang ke masyarakat ayo lebih comply. Kalau tax ratio turun, kami tidak bisa membiayai pembangunan," jelas dia.
Ketika dikonfirmasi ulang, Suahasil mengatakan pemerintah memang tidak sedang mengkaji kemungkinan tax amnesty untuk kedua kalinya. "Kami memang tidak pernah bilang akan ada tax amnesty," jelas dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sinyal akan kembali menerapkan tax amnesty jilid II dalam pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini diakuinya sudah masuk dalam kajian paket reformasi pajak yang akan diserahkan ke Jokowi.
"Mungkin ya mungkin, tapi kami lihat apakah ini yang terbaik," ucap Sri Mulyani, pekan lalu.
[Gambas:Video CNN]
Ia mengatakan mendapatkan cerita dari sejumlah pengusaha yang menyesal tidak memanfaatkan program tax amnesty yang diusung pemerintah pada 2016-2017 lalu. Maka itu, beberapa pihak meminta ada tax amnesty jilid II.
"Saya dalam posisi akan menimbang semua suara yang tadi tidak ikut tax amnesty, nanti bisa tidak ada tax amnesty lagi kami akan lihat," imbuhnya. (glh/lav)