Pasokan Eropa Turun, Harga Minyak Melonjak 2 Persen

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 06:49 WIB
Pasokan Eropa Turun, Harga Minyak Melonjak 2 Persen Ilustrasi kilang minyak. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak dunia meningkat sekitar 2 persen pada perdagangan Jumat (9/8). Hal itu dipicu penurunan stok minyak di Eropa dan pengurangan produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Mengutip Reuters, penguatan ini terjadi meski Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan bahwa tingkat permintaan minyak sedang berada di titik terendah sejak krisis keuangan pada 2008 silam.

Harga minyak berjangka Brent dilaporkan menguat 2 persen menjadi US$58,53 per barel. Sementara itu, kenaikan harga minyak Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) lebih tinggi mencapai 3,7 persen ke level US$54,5 per barel.

"Meskipun permintaan minyak semakin berkurang, harga minyak diperdagangkan lebih tinggi karena sebelumnya pihak IEA sudah mengumumkan hal tersebut dan berharap jumlah permintaan minyak bisa lebih besar pada semester II 2019," ungkap Analis UBS Giovanni Staunovo, dikutip Senin (12/8).

IEA memaparkan rendahnya jumlah permintaan minyak global hingga Mei 2019 disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang melambat dan tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang meningkat.

Pemerintah Rusia menyatakan pernyataan IEA terkait permintaan minyak sejalan dengan perkiraan sebelumnya. Moskow sendiri telah memperhitungkan perlambatan permintaan minyak ketika memperpanjang kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak dengan OPEC.

Arab Saudi, selaku pemimpin OPEC berencana mempertahankan ekspor minyak mentahnya di bawah 7 juta barel per hari pada bulan ini dan September 2019. Tujuannya, demi menyeimbangkan kondisi pasar dan membantu penyerapan pasokan minyak global.

"Saudi tampaknya berupaya lebih untuk membatasi pasokan global atas aksi jual komoditas minyak sepekan terakhir ini," kata Mitra di Again Capital Management John Kilduff.

Sebagai informasi, harga minyak Brent anjlok 5 persen dan WTI turun 2 persen jika diakumulasi selama satu pekan terakhir. Penurunan terjadi setelah pasar dikagetkan dengan kenaikan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global akibat perang dagang.
[Gambas:Video CNN]


(aud/lav)