Peneliti: Perlu Aliran Modal Asing Demi Transaksi Berjalan
CNN Indonesia
Senin, 12 Agu 2019 08:26 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menilai aliran modal asing masih diperlukan untuk mengatasi masalah defisit transaksi berjalan.
Bahkan, ia tak sungkan menyebut bahwa aliran modal asing salah satu poin terpenting untuk menopang kondisi neraca transaksi berjalan.
"Berkaca dari neraca transaksi berjalan kita yang masih defisit, suntikan modal asing memang diperlukan," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Senin (12/8).
Memang, ketergantungan negara dengan aliran modal asing mempengaruhi spekulasi pasar mata uang, yang dibayangi risiko depresiasi. Belum lagi, perang dagang AS dan China yang berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Pun demikian, Pingkan menilai kondisi saat ini boleh dibilang membaik, terutama karena pemerintah terus menggenjot kinerja ekspor dan diversifikasi pasar.
Sebelumnya, BI mencatat defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2019 mencapai US$8,4 miliar atau 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi tersebut membengkak 21 persen dibandingkan kuartal I 2019, yakni US$6,97 miliar.
Nilai current account deficit/CAD tersebut, pada periode April-Juni 2019 juga melebar 6,2 persen dari periode yang sama tahun lalu, yang tercatat US$7,95 miliar.
[Gambas:Video CNN] (antara/bir)
Bahkan, ia tak sungkan menyebut bahwa aliran modal asing salah satu poin terpenting untuk menopang kondisi neraca transaksi berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun demikian, Pingkan menilai kondisi saat ini boleh dibilang membaik, terutama karena pemerintah terus menggenjot kinerja ekspor dan diversifikasi pasar.
Nilai current account deficit/CAD tersebut, pada periode April-Juni 2019 juga melebar 6,2 persen dari periode yang sama tahun lalu, yang tercatat US$7,95 miliar.
[Gambas:Video CNN] (antara/bir)