Buntut Demo, Indeks Saham Hong Kong Terguling

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 14:22 WIB
Buntut Demo, Indeks Saham Hong Kong Terguling Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks saham Hong Kong Hang Seng terjerembap pada perdagangan Selasa (13/8), waktu setempat. Hal itu dipicu oleh ketidakpastian ekonomi dan politik akibat aksi protes yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan.

Dilansir dari AFP, Selasa (13/8), Indeks Hang Seng merosot 1,86 persen atau 479,07 poin menjadi 25,345 pada saat jeda perdagangan.

Merosotnya indeks saham di salah satu hub keuangan dunia itu terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap perekonomian global dan perang dagang AS-China.


Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menolak untuk memenuhi tuntutan demonstran. Hari ini, ia memberikan peringatan kekerasan akan mendorong ke arah di mana Hong Kong tidak bisa kembali.

Pernyataan itu keluar sehari setelah China menggambarkan aksi protes yang diwarnai kekerasan sebagai 'terorisme'. Sejumlah analis menilai pernyataan tersebut menambah kekhawatiran investor.

"Mengucapkan kata 'T' (terorisme) secara khusus mengganggu mengingat hal itu mengisyaratkan respons China Daratan yang lebih agresif yang memicu gelombang penghindaran risiko di pasar global," ujar Managing Partner VM Markets Stephen Innes seperti dikutip dari AFP, Selasa (13/8).

Kerugian terjadi di berbagai sektor. Saham maskapai Cathay Pacific merosot lebih dari 4 persen seiring pembatalan sejumlah penerbangannya.

Sebagai catatan, awal pekan ini, aksi protes yang dihadiri ribuan demonstran berhasil memaksa otoritas Bandara Hong Kong menutup operasionalnya. Akibatnya, sebanyak 200 penerbangan dari dan ke salah satu bandara tersibuk di dunia itu dibatalkan dan ribuan penumpang terlantar.

Pada Senin (12/8) kemarin, saham maskapai asal Hong Kong ini juga telah tertekan hampir 5 persen setelah China melarang awak maskapai pendukung aksi protes dalam penerbangan ke China Daratan.

Saham induk usaha Cathay, Swire Pacific, juga terseret 1,17 persen pada perdagangan hari ini, setelah sehari sebelumnya merosot lebih dari 6 persen.

Nilai saham MTR Corp, operator jaringan kereta bawah tanah Hong Kong, juga tergelincir 3,14 persen. Stasiun kereta bawah tanah menjadi lokasi bentrok antara demonstran dengan aparat keamanan.

Saham bisnis kasino juga terkena imbas aksi protes akibat kekhawatiran berkurangnya pengunjung. Saham Galaxy Entertainment dan Sands China tergerus lebih dari 3 persen.

Saham perusahaan properti juga turun. Saham Sino Land tercatat turun 2 persen, Henderson Land melandai 1,6 persen, dan New World Development merosot lebih dari 1 persen.

Selanjutnya, saham perusahaan teknologi raksasa Tencent juga tergelincir 1,29 persen. Sementara, saham perusahaan asuransi AIA terguling 2,78 persen.

Aksi protes berkepanjangan juga menghantam sektor ritel Hong Kong. Tercatat, penjualan ritel Hong Kong pada Juni lalu merosot lebih dari 6,7 persen secara tahunan.

Tak ayal, ekonomi Hong Kong pada kuartal II 2019 cuma tumbuh 0,6 persen, di bawah ekspektasi.
[Gambas:Video CNN]
Direktur Investasi Fair Capital Management menilai situasi akan semakin buruk.

"Bersama dengan meningkatnya risiko resesi global dari seteru AS-China, Indeks Hang Seng kemungkinan akan cenderung turun 5 persen hingga 10 persen," ujarnya.

(AFP/sfr)