Grab Minta Ganjil Genap Tak Sasar Taksi Online

ulf, CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 13:23 WIB
Grab Minta Ganjil Genap Tak Sasar Taksi Online Ilustrasi. (CNN Indonesia/Aini Putri Wulandari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan penyedia layanan taksi onlineGrab mengusulkan kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk membuat pengecualian perluasan ganjil genap untuk armada mereka.

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan usul diajukan dengan dua pertimbangan. Pertama, kehadiran taksi online yang ia yakini mengurangi penggunaan kendaraan pribadi  dan sejalan dengan program pemerintah.

Datanya, satu taksi online, lanjutnya, mampu melayani 10-20 perjalanan dalam sehari. Kedua, penurunan pendapatan pengemudi akibat perluasan ganjil genap bagi taksi online.


Ia mengaku tidak menginginkan dampak massal dari penurunan pendapatan pengemudi. 
"Menurut saya sangat adil jika ganjil genap ini dilakukan pengecualian juga untuk taksi online," katanya, Selasa (13/8).

Untuk informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperluas pelaksanaan kebijakan ganjil genap. Rencana perluasan tersebut mulai diuji coba pada Senin (12/8) kemarin. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bakal mempertimbangkan pembebasan taksi online dari aturan ganjil genap. Anies mengakui wacana itu sudah dibicarakan dengan pihak penyedia jasa transportasi online dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta pekan lalu.

Untuk membebaskan taksi online tersebut rencananya, Pemda DKI Jakarta akan memberikan tanda khusus. Tanda khusus diberikan mengingat pelat nomor taksi online berwarna hitam atau sama pada mobil pribadi pada umumnya.

Perluasan ganjil genap merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI mengatasi masalah polusi udara ibu kota. Kebijakan itu diatur dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

[Gambas:Video CNN]
(agt)