Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan secara teknikal IHSG mengindikasikan pelemahan. "Investor akan mencermati data neraca perdagangan yang akan segera dirilis," kata Dennies dikutip dari risetnya, Kami (15/8).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Juni 2019 mengalami surplus US$200 juta. Raihan itu tak jauh berbeda dibanding neraca perdagangan Mei yang mencatat surplus US$207,6 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memperkirakan IHSG bergerak di rentang 6.200-6.320.
IHSG berhasil menguat pada penutupan perdagangan Rabu (14/8) setelah dua hari berturut-turut mengalami koreksi. Indeks ditutup di level 6.267 naik 56,37 poin atau 0,91 persen.
Lihat juga:LMAN Sumbang Rp2,7 Triliun ke Kantong Negara |
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak melemah pada perdagangan Rabu (14/8). Kekhawatiran terhadap resesi mencengkeram pasar setelah kurva imbal hasil obligasi surat utang (treasury) AS terbalik untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.
Imbal hasil treasury 2 tahun melampaui yang periode 10 tahun yang dianggap sebagai sinyal klasik resesi.
Dow Jones turun 800 poin atau 3,05 persen menjadi 25.479. Lalu, S&P 500 turun 85,72 poin atau 2,93 persen menjadi 2.840, dan Nasdaq Composite turun 242 poin atau 3,02 persen menjadi 7.773.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)