Pemerintah akan Ubah Arah Pemanfaatan Dana Desa di 2020

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 18:47 WIB
Pemerintah akan Ubah Arah Pemanfaatan Dana Desa di 2020 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. (Dok. Sigit /Humas KemendesPDTT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan mengubah arah penggunaan Dana Desa. Jika selama ini dana tersebut digunakan untuk untuk pemenuhan pembangunan proyek infrastruktur, tahun depan alokasi akan banyak digunakan untuk pengembangan desa wisata.

Perubahan tersebut dilakukan untuk melanjutkan pembangunan agar lebih berdampak ke masyarakat.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan pemerintah mengubah arah penggunaan Dana Desa lantaran pembangunan infrastruktur di sejumlah desa sudah cukup memadai dalam lima tahun terakhir. Hasil pembangunan itu sudah bisa menjadi modal pengembangan lokasi wisata yang ada di desa.


Dari pengembangan infrastruktur dasar dan lokasi wisata di desa, pemerintah berharap upaya tersebut bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat. Dengan upaya itu, ke depan tingkat pendapatan dan sumbangan konsumsi masyarakat desa ke pertumbuhan ekonomi lebih terasa.

Selain mengubah arah penggunaan, pemerintah juga akan memberikan tambahan Dana Desa untuk pengembangan lokasi wisata di desa. "BUMDes dan desa wisata kami push, khususnya BUMDes di pariwisata. Akan banyak penciptaan lapangan kerja," ungkap Eko di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (16/8).

Selain untuk peningkatan pendapatan masyarakat desa, Eko mengatakan perubahan arah kebijakan penggunaan dana desa juga untuk mengatasi pergeseran tenaga kerja di desa. Sebab, menurutnya, masyarakat di desa mulai enggan menjadi petani.

"Kami juga mengantisipasi pengurangan tenaga kerja di pertanian karena modernisasi," katanya.

Di sisi lain, ia mengatakan Dana Desa juga akan dilakukan untuk mendukung fokus pembangunan pada tahun depan; perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM). Caranya, dengan menambah aliran Dana Desa ke sektor pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

[Gambas:Video CNN]
"Bahkan mungkin lebih banyak PAUD yang dibangun dari (anggaran) Kementerian Desa dibandingkan Kemendikbud, karena itu swadaya masyarakat dan dibantu Dana Desa," jelasnya.

Tak ketinggalan, ia memastikan aliran Dana Desa yang meningkat menjadi Rp72 triliun pada tahun depan akan digunakan pula untuk perbaikan sektor kesehatan. Misalnya, dengan pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) mencapai 300 ribu.

Kemudian, pemerintah juga akan membangun sarana air bersih mencapai 1 juta unit. Lalu, membangun posyandu puluhan ribu unit.

"Ini untuk menurunkan stunting dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen," pungkasnya. (uli/agt)