Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan dua investasi tersebut adalah kompleks petrokimia di Cilegon yang dibangun oleh PT Lotte Petrochemical Indonesia dan juga ekspansi pabrik yang dilakukan oleh PT Chandra Asri Petrochemical.
Rencananya, Lotte akan membangun kompleks Petrokimia dengan nilai investasi mencapai US$3,5 miliar dan diharapkan bisa rampung pada 2023 mendatang. Sementara itu, Chandra Asri akan memulai pembangunan satu unit pabrik polyethylene dan naphta cracker yang juga beroperasi 2023 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tahun depan, pemerintah rencananya akan memberikan pendidikan dan pelatihan kerja bagi 35 ribu orang di seluruh politeknik atau akademi komunitas industri. Sementara itu, ia juga berharap 20 ribu tenaga kerja industri bisa memperoleh sertifikasi di tahun depan.
"Sementara untuk SMK, kami targetkan 400 ribu siswa bisa menjadi bagian dari link and match dengan industri," jelas dia.
Ia berharap, pendidikan vokasi juga bisa semakin banyak di tahun depan setelah pemerintah mulai memberikan insentif super deductible tax bagi perusahaan, yang tercantum di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan akhirnya terwujud.
Sesuai beleid itu, perusahaan yang membangun fasilitas vokasi akan diberikan penurunan Penghasilan Kena Pajak (PKP) mencapai 200 persen. Jika faktor pengurang pajak terbilang signifikan, maka Pajak Penghasilan (PPh) badan yang perlu dibayar harusnya semakin kecil.
"Dan untuk swasta kami dorong pendidikan vokasi dengan memanfaatkan fasilitas itu," paparnya. (glh/agt)