PUPR: Butuh Investasi Rp780 T Bangun 3,9 Juta Unit Rumah

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 13:26 WIB
PUPR: Butuh Investasi Rp780 T Bangun 3,9 Juta Unit Rumah Ilustrasi pembangunan rumah. (CNN Indonesia/Daniela).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghitung kebutuhan investasi untuk membangun 3,9 juta unit rumah dalam lima tahun ke depan mencapai Rp780 triliun.

Namun, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto memberi catatan pemerintah membutuhkan keterlibatan swasta untuk merealisasikan target tersebut. "Lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha," ujarnya, Rabu (14/8).

Ia menjelaskan sekitar 20 persen-30 persen pembiayaan sektor perumahan akan ditutup dari APBN/APBD. Sedangkan 70 persen-80 persen sisanya berasal dari pihak swasta. Saat ini, pemerintah masih menyiapkan skema KPBU yang dimaksud.

"Skema pembiayaan alternatif dalam penyediaan perumahan melalui keterlibatan sektor swasta bukan lagi pilihan, melainkan suatu keharusan," tutur Eko.


Upaya ini sekaligus untuk menutup kesenjangan pasokan perumahan dengan tingkat kebutuhannya (backlog). Diketahui, backlog rumah saat ini mencapai 7,6 juta unit. Diharapkan, angkanya dapat dipangkas 2,6 juta unit pada periode 2020-2024.

"Secara khusus, Kementerian PUPR menetapkan Visium PUPR 2030 dengan penjabaran target sektor perumahan tahun 2020-2024, yaitu penurunan backlog menjadi lima juta unit (rumah)," imbuh dia.

Pemerintah sejak kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2015 lalu menggelar Program Sejuta Rumah. Rencananya, program ini dilanjutkan periode kedua Presiden Jokowi.
[Gambas:Video CNN]


(sas/bir)