AS Klaim Bertekad Keras Akhiri Perang Dagang

CNN Indonesia | Senin, 19/08/2019 10:05 WIB
AS Klaim Bertekad Keras Akhiri Perang Dagang Ilustrasi ekspor-impor. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat (AS) bertekad keras untuk segera mengakhiri perang dagang dengan China yang telah berkecamuk sejak awal 2018 lalu. Kepala Penasihat Ekonomi Presiden AS Donald Trump Larry Kudlow menyatakan pihaknya akan berusaha untuk memulai kembali perundingan dagang dengan China.

Menurutnya, wakil kedua belah pihak akan segera bertemu dalam 10 hari ke depan. "Dan kami harap dapat melakukan pembaruan negosiasi yang substantif, maka kami berencana untuk meminta China datang ke Amerika Serikat dan bertemu dengan pemimpin kami untuk melanjutkan negosiasi," katanya seperti dikutip dari AFP, Senin (19/8).

Sementara itu, Trump dalam kicauannya di Twitter mengatakan akan berupaya untuk berunding secara baik dengan China. Dalam kicauan lain ia menambahkan bahwa ekonomi AS siap untuk bertumbuh besar setelah kesepakatan perdagangan selesai.


Meskipun Kudlow dan pihak AS sudah mengatakan akan ada kelanjutan perundingan dagang, namun tidak jelas apakah delegasi China akan datang ke Washington bulan depan. Ia hanya menekankan bahwa diskusi dagang melalui telepon tingkat tinggi yang dilakukan dengan China minggu lalu jauh lebih positif daripada yang telah dilaporkan.

Diskusi tersebut melibatkan Lighthizer dan Mnuchin di pihak AS dan Wakil Perdana Menteri Liu He dan Sekretaris Perdagangan Zhong Shan yang mewakili China. 

Perang dagang antara AS dengan China sebenarnya sudah berkecamuk sejak pertengahan 2018 lalu. Kedua belah pihak sebenarnya sudah berupaya untuk mengatasi konflik tersebut sejak Januari lalu.

Perundingan pada awalnya membuat kemajuan dan meningkatkan harapan bahwa damai dagang antara dua negara bisa tercapai dengan cepat.

Tetapi di tengah kemajuan pembicaraan tersebut, Presiden Trump tiba-tiba membatalkan pembicaraan. Pembatalan dilakukan karena ia menuduh China telah mengingkari komitmen yang dicapai dalam perundingan.
[Gambas:Video CNN]
Diskusi dagang kemudian dilanjutkan ketika Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 di Tokyo pada Juni lalu. Tetapi, tiba-tiba  dunia dikejutkan dengan berita baru ketika Trump tiba-tiba mengumumkan bahwa pada 1 September ia memberlakukan tarif 10 persen untuk barang-barang Tiongkok senilai US$ 300 miliar.

Di tengah berita tersebut, AS mengeluarkan pengumuman baru. Mereka akan menunda pengenaan tarif tersebut sampai 15 Desember agar tidak memberatkan masyarakat AS yang hendak merayakan natal. 

(afp/agt)