Produksi Pabrik di China Terpukul, Sentuh Level Terendah

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 15:24 WIB
Produksi Pabrik di China Terpukul, Sentuh Level Terendah Ilustrasi ekonomi China. (REUTERS/Thomas Peter).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perlambatan ekonomi China semakin terang benderang. Buktinya, produksi pabrik-pabrik di China terpukul, bahkan menyentuh level terendahnya dalam 17 tahun terakhir ini.

Data resmi China melansir ekonomi terbesar kedua di dunia itu terpukul tensi perang dagang dengan AS yang semakin meningkat. Akibatnya, permintaan global lesu yang berdampak terhadap aktivitas pabrik di China.

Tercatat, produksi pabrik China bertumbuh 4,8 persen pada Juli 2019. Realisasi itu anjlok dibandingkan 6,3 persen pada bulan sebelumnya. Perlambatan tersebut menandai laju terlemah sejak 2002 silam.

Bahkan, jauh dari perkiraan para ekonom dan analis yang disurvei Bloomberg News, dikutip dari AFP, Rabu (14/8).

"Mengingat lingkungan eksternal yang rumit dan serius, dan tekanan yang meningkat pada ekonomi dalam negeri, fondasi untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan masih perlu dikonsolidasikan," ujar Juru Bicara Statistik Nasional China Liu Aihua.

Penjualan ritel, yang selama ini menjadi titik terang bagi ekonomi China, melambat jadi 7,6 persen per Juli. Padahal, penjualan ritel pada Juni 2019 menyentuh 9,8 persen.

Selain ritel, investasi China juga tercatat melambat. Investasi aset tetap meningkat 5,7 persen pada Juli 2019. Padahal, sampai bulan lalu, investasinya masih menyentuh 5,8 persen.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi China menjadi 6,2 persen pada kuartal II 2019, laju terlemah dalam tiga dekade terakhir.

Ketidakseimbangan ekonomi China ini membuat Presiden Xi Jinping sulit melawan balik AS, yang menggunakan 'senjata' mematok tarif impor selangit, untuk memaksa China membuka pasarnya.
[Gambas:Video CNN]


(AFP/bir)