Karena prioritas tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan sampai saat ini pemerintah belum terlalu jauh berkomunikasi dengan pihak swasta. Apalagi, sampai dengan saat ini, lokasi ibu kota baru pun belum diputuskan dan diumumkan pemerintah.
Belum ditentukannya lokasi tersebut membuat masalah kesesuaian dan kecukupan lahan masih belum diselesaikan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada kesempatan, kenapa tidak," kata Tulus, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan penambahan land bank setidaknya bisa dilakukan dengan skema kerja sama operasi (KSO) di beberapa kota di Pulau Kalimantan, seperti Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Pontianak.
[Gambas:Video CNN]
Selain Ciputra, ketertarikan sama juga pernah disampaikan PT Intiland Development Tbk (DILD). Perusahaan menyatakan siap bila ada kesempatan melakukan pembangunan properti di ibu kota baru.
"Pada dasarnya kami akan melakukan eksplorasi atas segala kesempatan termasuk jika sudah diputuskan ibu kota baru," ungkap Sekretaris Perusahaan Intiland Development Theresia Rustandi.
Ketertarikan juga disampaikan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk alias PTPP. Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat mengatakan perusahaan menanti kepastian pemerintah terkait kota mana yang akan dipilih sebagai pengganti ibu kota DKI Jakarta. Ia mengaku perusahaan terus berdiskusi secara internal agar siap mengikuti tender proyek.
Meski begitu, lokasi pasti ibu kota baru sejatinya belum diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, kepala negara sudah menyampaikan rencananya itu ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Sidang Tahunan I Nota Keuangan pada Jumat (16/8) lalu. (uli/agt)