SVP Stretegic Management Office (SMO) and Communication Semen Indonesia Ami Tantri mengatakan pada wilayah yang terkena dampak, penjualan perseroan tergerus. Salah satunya di Kalimantan.
"Sementara ini kami memang kena hit di area tertentu, tapi bukan major market (pasar utama) kami," katanya, Rabu (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi persaingan dengan semen asing, ia bilang perseroan akan mengandalkan kekuatan jaringan dan merek. Menurut dia, kompetisi dengan produsen asing tak bisa dihindari lantaran pasar semen Indonesia sangat menarik karena menawarkan kentungan yang besar. Ia bilang produsen semen asing telah merambah pasar sejak 2014 silam.
Kendati demikian, ia optimistis perseroan bisa menghadapi kompetisi itu dengan mengandalkan kekuatan jaringan dan merek, meskipun produsen semen asing menawarkan harga yang lebih rendah dari pasar.
Lihat juga:Buruh Lokal Keluhkan Gempuran Semen China |
Hingga Juli 2019, perseroan mencatat volume penjualan pasar semen domesik di luar PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) sebesar 13,49 juta ton. Sementara itu, penjualan ekspor perseroan di luar SBI mencapai 1,87 juta ton.
Di sisi lain, penjualan domestik SBI hingga Juli 2019 mencapai 5,39 juta ton. Sedangkan ekspornya mencapai 240.060 ton. Untuk diketahui, perseroan baru saja mengakuisisi SBI pada Maret 2019.
Sekadar mengingatkan, belum lama ini santer kabar industri semen domestik tertekan karena pasokannya berlebih. Kelebihan pasokan dalam negeri disinyalir karena produk semen China banjir di pasar. Apalagi, mereka mampu menjual dengan harga di bawah harga produsen domestik.
Menurut dia, harga semen China lebih kompetitif karena harga pokok produksinya hanya Rp30 ribu per sak. Sedangkan harga pokok produksi dalam negeri mencapai Rp40 ribu per sak.
"Sehingga terjadi penurunan harga di samping over supply (kelebihan pasokan), maka pabrik-pabrik semen akan bersaing dengan hal-hal tersebut," kata JK belum lama ini.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk Jobi Triananda Hasjim hanya bungkam ketika ditanya terkait persaingan dengan semen asing.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)