Rupiah Menguat ke Rp14.265 per Dolar AS Jelang Pengumuman BI

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 08:28 WIB
Rupiah Menguat ke Rp14.265 per Dolar AS Jelang Pengumuman BI Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.228 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Kamis (22/8) pagi. Posisi tersebut menguat 0,11 persen dibandingkan penutupan Rabu (21/8) yang di Rp14.244 per dolar AS.

Pagi hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Terdapat mata uang yang melemah seperti baht Thailand sebesar 0,02 persen, dolar Singapura sebesar 0,04 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,24 persen.

Namun, yen Jepang malah menguat 0,06 persen dan peso Filipina menguat 0,03 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia bergeming terhadap dolar AS.

Mata uang negara maju terlihat menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,04 persen dan euro menguat 0,03 persen. Namun, dolar Australia melemah 0,02 persen.


Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah pagi ini dipengaruhi oleh ekspektasi pelaku pasar atas Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini. Pelaku pasar memprediksi bahwa BI masih akan menahan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) di angka 5,75 persen pada hari ini.

"BI diperkirakan akan berhati-hati dan menahan diri dari penurunan suku bunga sambil terus mengamati kondisi global akibat dari perang dagang yang kemungkinan masih akan terjadi sampai tahun 2020," jelas Ibrahim, Kamis (22/8).

Tak hanya menanti suku bunga BI, perdagangan valas pada hari ini juga dipengaruhi oleh sentimen bank sentral AS The Fed. Pada hari ini, indeks dolar AS memang sempat menguat setelah risalah The Fed pada Juli (Minutes of Meeting) dirilis Rabu (21/8) waktu setempat.

Maklum, risalah tersebut ternyata tidak mencantumkan penurunan suku bunga acuan Fed Rate sebagai kebijakan yang akan ditempuh The Fed jangka panjang. Adapun, pemangkasan Fed Rate Juli lalu hanya disebut sebagai rekalibrasi kebijakan moneter semata. Akibatnya, pelaku pasar membaca sinyal bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga acuannya secara agresif.

Namun, ketimbang hasil risalah rapat, pelaku pasar kini lebih menantikan pertemuan tahunan gubernur bank sentral di Wyoming akhir pekan ini.

"Dalam transaksi hari ini, rupiah kemungkinan akan berfluktuasi tetapi menguat tipis. Range hari ini ada di angka Rp14.200 hingga Rp14.300 per dolar AS," papar dia.
[Gambas:Video CNN]
(glh/agt)